Mahfud MD Meminta Agar Tidak Ada Kontaminasi dalam Respons Suhartoyo

by -413 Views

Jakarta – Pergantian pucuk pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK) tak hanya memunculkan babak baru di lembaga itu, tetapi juga memantik harapan agar arah pembenahan benar-benar berjalan. Ketua MK Suhartoyo menanggapi pesan Menkopolhukam RI Mahfud MD yang meminta agar dirinya tidak “terkontaminasi” dan bisa memperbaiki institusi tersebut dengan nada tenang dan penuh penghormatan.

Respons Suhartoyo atas Pesan Mahfud MD

Di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2023, Suhartoyo menyebut ucapan Mahfud sebagai bentuk perhatian dari seorang sahabat. Ia tidak melihatnya sebagai teguran keras, melainkan pengingat moral yang patut diterima.

“Ya itu kan pesan moral sebagai sahabat yang mengingatkan, jadi saya terima kasih,” kata Suhartoyo.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa dirinya tidak akan terseret pada hal-hal yang dimaksud Mahfud. “InsyaAllah apa yang dimaksud Pak Mahfud terkontaminasi itu tidak ada dalam rumus saya. InsyaAllah,” ujarnya.

Suhartoyo Naik Jadi Ketua MK

Sebelumnya, Hakim Konstitusi Suhartoyo terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi menggantikan Anwar Usman yang diberhentikan karena pelanggaran etik berat. Pergantian itu diputuskan melalui rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang juga melibatkan tujuh hakim konstitusi lainnya.

Dalam konferensi pers di Gedung MK, Kamis, 9 November 2023, Hakim Konstitusi Saldi Isra menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. “Yang disepakati dalam hasil kami berdua untuk menjadi Ketua MK ke depan adalah Bapak Dr Suharto dan saya tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua (MK),” kata Saldi Isra.

Saldi menambahkan, penetapan Suhartoyo sebagai ketua baru adalah buah dari musyawarah mufakat yang ditempuh dalam RPH sejak pagi hari. “Itulah wujud musyawarah mufakat kami yang dilakukan RPH,” ujarnya.

Harapan Mahfud: MK Harus Diperbaiki

Dalam kesempatan lain, Mahfud MD menanggapi terpilihnya Suhartoyo sebagai Ketua MK dengan rasa syukur. Ia menyebut putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) untuk segera mencari pengganti ketua MK telah dijalankan, sehingga lembaga itu bisa segera memiliki pimpinan baru.

Mahfud berharap Suhartoyo tetap seperti sosok yang dikenalnya selama ini dan tidak berubah ke arah negatif. Ia secara terbuka mengingatkan agar pimpinan baru MK tidak membiarkan lembaga itu makin rusak, melainkan justru ikut memperbaikinya. “Sampai saat ini, rasanya teman saya ini masih bisa diharapkan. Mudah-mudahan tidak terkontaminasi dan tidak membiarkan MK rusak. Harus diperbaiki dan memperbaiki,” ujar Mahfud.