Mataram — Keputusan Penjabat Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk menghapus Program Beasiswa NTB mulai 2024 memantik sorotan. Program yang selama ini dikenal membuka jalan bagi pelajar NTB menempuh pendidikan ke luar negeri itu dinilai terlalu membebani anggaran daerah, sehingga masuk daftar evaluasi Pemprov NTB.
Program beasiswa dihentikan mulai 2024
Penjabat Sekda NTB, Fathurrahman, menjelaskan bahwa alasan utama penghentian program tersebut berkaitan dengan beban fiskal. “Terlalu membebani anggaran. Itu menjadi salah satu evaluasi terkait program beasiswa,” kata dia.
Meski begitu, pemerintah provinsi memastikan beasiswa yang sudah berjalan pada 2023 tetap dituntaskan hingga 2024. “Kita selesaikan dulu mereka (mahasiswa) yang masih berjalan,” ujarnya.
Keputusan ini disesalkan penerima beasiswa
Langkah tersebut langsung menuai keberatan dari kalangan penerima beasiswa. Lalu Ary Kurniawan Hardi, alumni penerima Beasiswa NTB tujuan Polandia, menyebut penghapusan program ini kurang tepat karena minat pemuda NTB untuk kuliah di luar negeri justru sedang tinggi.
Ia menilai pemerintah sebaiknya meninjau ulang keputusan itu sebelum benar-benar mencabut program yang selama ini menjadi salah satu jalur paling dikenal bagi pelajar NTB. “Sebaiknya mempertimbangkan kembali penghapusan program ini karena animo masyarakat NTB terhadap beasiswa NTB sudah tinggi, dan apabila ingin dialihkan ke program lain akan sangat memakan waktu untuk proses re-sosialisasi kembali dan re-branding programnya,” kata Lalu Ary kepada media ini, Jumat, 17 November 2023.
Dianggap berdampak pada kualitas generasi NTB
Menurut Lalu Ary, Beasiswa NTB bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan juga instrumen untuk mencetak generasi penerus yang lebih siap bersaing. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat kuliah, ketika berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni mahasiswa terbaik dan wisudawan terbaik.
Pengalaman itu, kata dia, menunjukkan bahwa anak-anak NTB memiliki kapasitas akademik yang kuat jika diberi kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Dari sisi lain, alumni Beasiswa NTB angkatan pertama tujuan Malaysia, Rizka Laily Fitriana, juga menilai program yang lahir di era Zul-Rohmi itu terbukti memberi dampak nyata karena membukakan peluang kerja yang lebih baik baginya.





