Luhut Turun dari Puncak Gunung untuk Bahas Politik: Tidak Usah Cepat-cepatak Menilai Orang Lain

by -490 Views

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali menyampaikan pandangannya soal suhu politik yang belakangan menghangat. Lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, pada Sabtu (18/11/2023), Luhut meminta publik tidak tergesa-gesa menilai orang lain hanya dari kemampuan yang terlihat di permukaan.

Pesan Luhut soal politik dan perbedaan pandangan

Dalam unggahan itu, Luhut yang saat ini masih berada di Singapura menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berubah menjadi dendam, permusuhan, apalagi saling menjatuhkan.

Menurut Luhut, cara pandang yang terlalu cepat menghakimi justru bisa memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dewasa saat menghadapi dinamika politik, terutama menjelang kontestasi 2024 yang mulai memanas.

Imbauan kepada purnawirawan TNI

Luhut juga mengaku telah menyampaikan pesan kepada para purnawirawan TNI agar tidak ikut terseret dalam tingginya tensi politik yang muncul akibat persaingan menuju 2024. Ia menilai, yang lebih penting adalah memberi masukan yang konstruktif demi masa depan Indonesia, bukan memperlebar konflik.

Baginya, energi politik seharusnya diarahkan untuk mencari solusi dan memperkuat bangsa, bukan mempertajam polarisasi. Karena itu, ia menilai semua pihak perlu menahan diri dan menjaga ruang dialog tetap terbuka.

Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo jadi contoh

Luhut juga menyinggung rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai contoh yang patut dicatat. Menurutnya, langkah itu menjadi bukti bahwa ketegangan politik yang sempat membara pada 2019 bisa diredam tanpa harus terus berkepanjangan.

“Tidak perlu berkelahi,” demikian inti pesan Luhut, yang menilai rekonsiliasi Jokowi-Prabowo telah memberikan hasil yang baik. Ia tampak ingin menegaskan bahwa dalam politik, meredakan konflik jauh lebih berguna daripada mempertahankan permusuhan.