Tabrakan dua kereta api di Bandung memicu sorotan tajam dari DPR. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta Kementerian Perhubungan bergerak cepat menyelidiki benturan KA Turangga dengan KA lokal Bandung Raya yang terjadi di lintasan single track. Politikus PDIP itu menilai ada indikasi kelalaian dalam pengaturan perjalanan kereta yang berpotensi menjadi pemicu insiden.
Lasarus Soroti Dugaan Human Error
Menurut Lasarus, kondisi lintasan tunggal membuat pengaturan jadwal dan perlintasan kereta harus dilakukan dengan sangat ketat. Karena itu, ia menduga kuat ada kelalaian dari pengatur lintasan.
“Ini lintasan single track, berarti ada kuat dugaan kelalaian pengatur lintasan. Perlu di lakukan investigasi segera, kuat dugaan human error,” kata Lasarus kepada wartawan, Jumat, 5 Januari 2024.
Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian, terutama pada aspek teknis pengaturan lintasan dan personel yang bertugas.
“Terutama evaluasi teknis pengaturan lintasan, kemudian evaluasi personil di lingkungan Direktorat Jendral Kereta api,” kata Lasarus.
Kecelakaan Terjadi Pagi Hari di Cicalengka
Insiden antara KA 350 Commuterline Bandung Raya dan Pib 65A Turangga terjadi di petak Jalan Haurpugur-Cicalengka Km 181+700, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 5 Januari 2024, sekitar pukul 06.30 WIB. Benturan dua kereta di jalur yang sama itu langsung menimbulkan kepanikan dan gangguan besar pada perjalanan kereta di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang diterima dari Polda Jawa Barat, ada 28 korban luka-luka yang telah dievakuasi ke RSUD Cicalengka. Selain itu, tiga orang dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Korban Meninggal dan Proses Penyelidikan
Tiga korban yang diduga meninggal dunia adalah masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka bernama Julian Dwi Setiono, asisten masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka bernama Ponisan, serta pramugara KA Turangga bernama Andrian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian apakah jumlah korban masih akan bertambah. Aparat masih menyelidiki penyebab kecelakaan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lintasan tersebut.





