Menko Perekonomian Menggelontorkan Bantuan Beras untuk Masyarakat di Denpasar sebagai Antisipasi Dampak El Nino

by -418 Views

Denpasar – Pemerintah menambah langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino yang membuat musim tanam bergeser sekitar dua bulan. Pergeseran ini ikut mendorong mundurnya jadwal panen, dari yang semula diperkirakan terjadi pada April menjadi Juni 2024. Di tengah situasi itu, bantuan pangan kembali digelontorkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

BLT El Nino Diperpanjang Hingga Juni 2024

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui perpanjangan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino sampai Juni 2024. Mulai Januari 2024, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat penerima manfaat.

Airlangga menyebut, banyak masukan dari warga penerima BLT El Nino yang meminta program itu tetap dilanjutkan. Karena itu, pemerintah memperkuat skema bantuan melalui Bantuan Pangan Cadangan Beras (CBP) 2024.

22 Juta Penerima, 10 Kilogram Beras per Bulan

Program bantuan pangan CBP 2024 akan diberikan kepada 22 juta penerima manfaat dengan alokasi 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan. Bantuan ini diarahkan untuk membantu menekan kemiskinan ekstrem, dengan target mendekati nol pada 2024.

Di Kota Denpasar, jumlah keluarga penerima bantuan pangan tercatat 4.533 KK, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.426 KK. Menko Perekonomian juga menegaskan bahwa stok beras di gudang Denpasar dalam kondisi aman dan penyaluran kepada penerima manfaat berjalan baik.

Keluhan Warga dan Persiapan Regulasi Baru

Dalam kunjungannya, Airlangga Hartarto juga bertemu 10 perwakilan warga penerima Bantuan Pangan CBP 2024 dari Desa Serangan, Denpasar. Salah satunya, Ni Made Nina Suciati, mengatakan dirinya selalu menerima bantuan selama program itu berjalan. Bantuan tersebut, menurut dia, sangat membantu untuk biaya sekolah dan pengobatan suaminya.

Pemerintah pada Januari 2024 juga melakukan impor beras sebanyak 3 juta ton, ditambah 2 juta ton yang masih dalam proses. Airlangga menambahkan, regulasi untuk bantuan langsung tunai juga sedang dipersiapkan karena hal itu menjadi aspirasi masyarakat.