Pencarian WN Taiwan Korban Kapal Terbalik di Kepulauan Seribu Dilanjutkan Pada Pagi Selasa

by -411 Views

Kepulauan Seribu – Pencarian terhadap satu penumpang KM Parikudus yang belum ditemukan dipastikan berlanjut pada Selasa pagi, 12 Maret 2024, setelah operasi dihentikan sementara pada malam sebelumnya karena ombak semakin tinggi di perairan Kepulauan Seribu.

Pencarian Dilanjutkan Saat Kondisi Lebih Aman

Kepala Seksi Operasi (Kasiop) Badan SAR Nasional (Basarnas) DKI Jakarta, Agung Priambodo, mengatakan tim gabungan tidak memaksakan pencarian pada Senin malam. Menurut dia, kondisi laut yang kian tidak bersahabat membuat operasi harus dihentikan lebih cepat dan dijadwalkan ulang pada pagi hari.

“Kami hentikan pencarian malam ini akibat ombak yang semakin tinggi dan dilanjutkan besok pagi,” kata Agung di Jakarta, Senin, seperti dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, pencarian akan dimulai pukul 06.00 WIB dari Dermaga Basarnas Pluit, Jakarta Utara. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh unsur gabungan lebih dulu melakukan apel kesiapan.

Satu WN Taiwan Masih Dicari

Korban yang belum ditemukan diketahui merupakan warga Taiwan bernama Shi Yi. Ia dinyatakan hilang setelah KM Parikudus terbalik di Perairan Pulau Rambut, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Agung menyebut total penumpang di kapal tersebut berjumlah 35 orang. Dari jumlah itu, 32 merupakan penumpang dan tiga lainnya adalah anak buah kapal. Kapal tersebut diketahui berlayar dari Asha Resort Pulau Payung, Kepulauan Seribu Selatan, menuju Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

“Ada satu orang yang tidak masuk manifest penumpang dan dia selamat,” ujarnya.

Hingga Senin malam, 31 penumpang dan tiga anak buah kapal telah dievakuasi. Namun, satu orang masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian lanjutan pada Selasa pagi.

10 Warga Asing Ikut Jadi Penumpang

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Jarot menambahkan, dari seluruh korban di KM Parikudus, terdapat 10 warga negara asing. Mereka terdiri dari lima warga China, empat warga Taiwan, dan satu warga Korea.

“Ada 10 warga negara asing dan 22 warga Indonesia yang menjadi penumpang kapal yang terbalik akibat ombak tinggi dan angin kencang,” kata Jarot di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, korban yang masih hilang hingga saat ini adalah salah satu warga Taiwan. Kondisi cuaca yang buruk menjadi pertimbangan utama tim gabungan untuk menyesuaikan waktu pencarian agar operasi bisa dilakukan lebih aman dan efektif.