Peningkatan Kualitas Bimtek Petugas Haji Menjadi Fokus Kemenag dengan Menerapkan Pola Baru

by -480 Views

Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan pendekatan baru dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M. Tahun ini, pembekalan tidak lagi langsung dimulai dengan materi terintegrasi, melainkan diawali lebih dulu oleh kelas tugas fungsi (tusi) agar setiap petugas memahami perannya secara lebih rinci sejak awal.

Pola Baru untuk Perkuat Pemahaman Petugas

Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat, menjelaskan perubahan pola tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Fasilitator Bimtek PPIH di Jakarta, Senin 18 Maret 2024. Menurut dia, urutan materi dibuat berbeda dari tahun sebelumnya supaya peserta tidak hanya menerima penjelasan umum, tetapi benar-benar menguasai fungsi masing-masing sebelum masuk ke pembahasan lintas layanan.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, kita akan mulai dengan kelas tugas fungsi (tusi) dulu, sebelum masuk kelas terintegrasi," ungkap Arsad Hidayat.

Ia menegaskan, keberhasilan bimtek sangat bergantung pada fasilitator dalam memastikan peserta memahami tanggung jawabnya masing-masing. "Kami berharap, seluruh fasilitator harus memastikan tiap peserta memahami tusi masing-masing," ujarnya.

Sekitar 900 Petugas Ikut Bimtek di Asrama Haji Pondok Gede

Bimtek PPIH Arab Saudi 1445 H/2024 M dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 19 sampai 28 Maret 2024, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Kemenag menyebut ada sekitar 900 petugas yang akan mengikuti pembekalan tersebut.

Para peserta dibagi ke dalam 13 tusi layanan, mulai dari Leadership dan Managerial, Konsultan Ibadah dan Pembimbing Haji, Pelayanan Jemaah Lansia dan Disabilitas, PKP3JH, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Kedatangan dan Keberangkatan, Perlindungan Jemaah, SISKOHAT, Pengawasan Haji Khusus, hingga Media Center Haji (MCH).

77 Fasilitator dan Unsur TNI/Polri Dilibatkan

Untuk menjaga kualitas materi tetap terarah, Arsad mengatakan Kemenag telah menugaskan 77 fasilitator dalam bimtek kali ini. Mereka berasal dari para petugas haji yang dinilai berpengalaman dan memahami teknis layanan di lapangan.

"Bapak Ibu yang kami tunjuk sebagai fasilitator ini adalah orang-orang yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Karenanya kami berharap Bapak Ibu bisa mengawal ini dengan baik," ucap Arsad.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan disiplin petugas menjadi bagian penting dalam pelatihan tahun ini. Karena itu, Kemenag turut melibatkan unsur TNI/Polri dalam pelaksanaan bimtek. Dengan langkah ini, pembekalan petugas tidak hanya menekankan pemahaman teknis, tetapi juga kesiapan sikap, ketertiban, dan kedisiplinan selama menjalankan tugas haji.