Pria Ini Berhasil Selamat dari Runtuhnya Tembok akibat Gempa Garut, Detik-detik Menegangkan

by -474 Views

Garut – Bagi Oleh (53), warga Kampung Margadana, Desa Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, gempa bumi bermagnitudo 6,5 yang mengguncang Garut, Jawa Barat, pada Sabtu, 27 April 2024 malam, bukan sekadar getaran yang membuat panik. Dalam hitungan detik, ia nyaris saja tertimpa reruntuhan tembok dapur rumahnya sendiri.

Detik-detik Rumah Berguncang

Peristiwa itu terjadi saat Oleh masih terjaga menonton televisi, sementara istri dan dua anaknya sudah tertidur. Begitu rumah mulai bergoyang, ia langsung berteriak membangunkan keluarganya agar segera keluar. “Kaget saya pak, langsung saya bangunkan istri dan dua anaknya untuk segera keluar dari rumah,” ujarnya, Senin, 29 April 2024.

Di tengah kepanikan, situasi berubah cepat. Istrinya menarik tangan Oleh menuju pintu depan, tetapi ia justru memilih arah berbeda, yakni pintu belakang melalui dapur. Pilihan yang tampak sepele itu ternyata menjadi pembeda antara selamat dan celaka.

Selisih Satu Detik dari Bahaya

Menurut Oleh, saat ia membuka pintu antara ruang tengah dan dapur, tembok bagian belakang rumah langsung ambruk. “Saya hanya melongo, sambil lutut bergetar menyaksikan reruntuhan tembok belakang rumah saya yang roboh,” katanya.

Setelah melihat bagian rumahnya runtuh, ia segera berlari ke pintu depan untuk menyusul istri dan anak-anaknya yang lebih dulu keluar. Dari situ, ia baru benar-benar melihat kondisi rumah yang sudah rusak di beberapa bagian, termasuk tembok yang roboh dan retak akibat guncangan gempa.

“Ya rumah saya memang tidak runtuh, tapi sudah sangat rapuh tidak layak untuk ditempati,” ujarnya.

Rumah Tak Lagi Aman Ditinggali

Oleh mengaku masih tak percaya dirinya bisa lolos dari reruntuhan hanya karena terlambat satu detik menuju dapur. Jika ia sudah lebih dulu masuk ke area itu, besar kemungkinan tubuhnya tertimpa tembok belakang rumah. “Ya pak seumur hidup gak akan lupa, hanya jeda satu detik saja,” katanya.

Rumah milik Oleh menjadi salah satu yang terdampak parah akibat gempa Garut. Saat ini, ia bersama keluarga menumpang tinggal di rumah sanak saudara terdekat karena kondisi rumahnya sudah tidak aman untuk dihuni.