Isu Setoran 10 Juta Rupiah untuk Brigadir Ridhal Ali Menjadi Ajudan Pengusaha, Menurut Polda Sulut

by -371 Views

Jakarta – Isu soal adanya setoran bulanan Rp10 juta untuk menempatkan almarhum Brigadir Ridhal Ali Tomi atau RAT sebagai ajudan pengusaha di Jakarta dibantah tegas oleh Polda Sulawesi Utara (Sulut). Narasi yang sempat ramai di media sosial TikTok itu disebut tidak terbukti setelah diperiksa oleh Bidang Pengawasan Profesionalisme (Propam).

Polda Sulut Bantah Keras Tuduhan Setoran

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulut, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar. Menurut dia, tuduhan adanya uang setoran dari seorang pengusaha batu bara kepada Kapolres Kota Manado, Komisaris Besar Polisi Julianto P Sirait, sudah ditelusuri dan hasilnya tidak menguatkan klaim yang beredar.

"Kami tegas membantah tuduhan tersebut. Tuduhan tersebut sudah diperiksa oleh Bidang Pengawasan Profesionalisme (Propam) dan tidak terbukti benar," kata Michael, Selasa 30 April 2024.

Ia menambahkan, Kapolresta Manado Kombes Julianto masih menjalani pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Sulut. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menelusuri sejumlah informasi yang ikut berkembang di tengah sorotan publik atas kematian Brigadir Ridhal.

Status Brigadir Ridhal di Jakarta Masih Didalami

Sejauh ini, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Brigadir Ridhal bekerja sebagai ajudan atau driver salah satu pengusaha di Jakarta sejak akhir 2021. Namun, Propam juga masih mendalami informasi lain yang beredar, termasuk dugaan bahwa korban diajak oleh rekan kerjanya di Polresta Manado.

"Hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan," ujar Michael.

Nama Brigadir Ridhal mencuat setelah kematiannya menjadi perbincangan luas. Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kota Manado, Sulawesi Utara, itu ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala dan diduga bunuh diri.

Polisi Turun Tangan ke Jakarta

Aksi bunuh diri Brigadir Ridhal terjadi di Jalan Mampang Prapatan IV, Kelurahan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan. Saat ditemukan, jasadnya berada di kursi sopir sebelah kanan mobil Toyota Alphard bernomor polisi B 1544 QH.

Humas Polresta Manado, Ipda Agus Haryono, mengatakan pihaknya sudah mengirim jajaran untuk ikut menangani penyelidikan kasus tersebut. Tim khusus juga diterbangkan ke Jakarta atas instruksi Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan.

Kematian Brigadir Ridhal sempat memunculkan tanda tanya karena dinilai menyimpan sejumlah kejanggalan. Meski begitu, polisi memastikan almarhum meninggal karena bunuh diri, sembari terus menelusuri rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.