Makassar kembali menjadi salah satu titik penting sosialisasi MediaMIND 2024. BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mengajak jurnalis dan mahasiswa untuk ambil bagian dalam Lomba Karya Jurnalistik bertema “Merangkai Masa Depan”. Ajang ini tak hanya membuka ruang kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya karya yang lebih dalam tentang peran industri pertambangan bagi Indonesia.
Mahasiswa Masuk dalam Peta Kompetisi Tahun Ini
Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika, mengatakan ada pembaruan penting dalam penyelenggaraan MediaMIND 2024. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kompetisi lebih banyak menyasar jurnalis, kali ini mahasiswa ikut dilibatkan sebagai peserta.
“Melalui MediaMind ini, kami mengajak jurnalis dan mahasiswa untuk mengeksplorasi pandangan mereka terhadap kontribusi industri pertambangan di Indonesia. Kami berharap peserta dapat lebih memahami isu-isu dalam bidang pertambangan,” ujarnya saat sosialisasi MediaMind di Gedung Ipteks Unhas Tamalanrea, Makassar (26/08/2024).
Fokus pada Hilirisasi dan Dampak Nyata
Menurut MIND ID, kontribusi industri pertambangan yang ingin diangkat bukan sekadar soal produksi dan bisnis, melainkan juga peran hilirisasi dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dalam pandangan grup BUMN tersebut, perkembangan sektor ini ikut menopang pembangunan negara.
Pratiwa juga menekankan bahwa peserta diharapkan tidak hanya menulis laporan yang informatif, tetapi juga menghasilkan narasi yang kaya tentang konsistensi perusahaan dalam menjaga lingkungan, mendukung pelaku UMKM, hingga melakukan reklamasi lahan bekas tambang.
Empat Kategori untuk Jurnalis, Satu Jalur Khusus Kampus
Panitia MediaMIND 2024 menyiapkan empat kategori lomba bagi peserta umum, yakni karya tulis dalam bentuk hard news dan feature, foto tunggal, video berita, serta media sosial. Sementara untuk kategori kampus, mahasiswa dapat mengikuti lomba tulisan reportase.
Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal lima karya di setiap kategori. Seluruh materi yang dilombakan harus sesuai tema, bebas dari unsur SARA, dan tetap berada dalam koridor kode etik jurnalistik.
“Kami mengharapkan lebih banyak media dan civitas academica tertarik untuk berpartisipasi dalam menyampaikan karya-karyanya,” tutupnya.





