Pekerjaan Saya Sekarang Adalah Tukang Pos

by -434 Views

Minggu, 1 September 2024 – 00:28 WIB

Jakarta, VIVA – Hashim Djojohadikusumo memilih bicara blak-blakan soal posisinya dalam pemerintahan baru. Adik kandung presiden terpilih Prabowo Subianto itu menegaskan dirinya tidak akan masuk kabinet, meski mengaku sempat menerima tawaran jabatan menteri. Keputusan itu ia sampaikan dalam suasana dialog dunia usaha yang membahas arah pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

Hashim Tolak Kursi Menteri

Dalam acara Dialog bertema Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar ABAC dan dihadiri ketua Kadin daerah serta ketua asosiasi pengusaha di Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2024, Hashim menegaskan sikapnya. “Saya tidak akan jadi menteri, saya sudah menolak. Memang saya ditawarkan, tapi saya menolaknya,” ujarnya.

Hashim mengatakan masih ada satu kursi menteri yang belum terisi, namun ia tidak berniat mengambilnya. Menurut dia, berada di luar pemerintahan justru lebih tepat untuk perannya saat ini.

Sebut Dirinya “Tukang Pos”

Hashim bahkan menggambarkan posisinya dengan istilah yang tidak biasa. Ia menyebut pekerjaannya sekarang sebagai “tukang pos”, dan menilai jabatan itu sebagai peran yang terhormat. “Saya kira lebih baik saya di luar. Saya sudah sebut beberapa kali, saya kira Pak Anin juga yang terakhir. Jabatan saya itu sangat terhormat, itu tukang pos. Saya tukang pos paling tertinggi di Indonesia. Tugas saya untuk menyampaikan korespondensi dan sebagainya yang mungkin bisa macet dalam birokrasi,” ucap Hashim.

Dalam penjelasannya, Hashim menegaskan bahwa peran itu membuatnya tetap bisa membantu tanpa harus duduk di kursi menteri. Ia juga menekankan tidak memiliki kepentingan komersial dalam pemerintahan yang akan datang.

Forum Dunia Usaha Jadi Latar Pernyataan

Dialog tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh lain, di antaranya Menteri Investasi Republik Indonesia Rosan Roeslani, Ketua APEC BAC Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Anindya Bakrie, CEO Bakrie & Brothers, serta perwakilan senior dari KADIN Daerah. Forum ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membaca arah kebijakan dan kesiapan transisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Di tengah spekulasi soal susunan kabinet, pernyataan Hashim menegaskan satu hal: ia memilih memainkan peran di balik layar ketimbang masuk langsung ke struktur pemerintahan.