Online24, Pangkep – Program Renja PT Semen Tonasa kembali berjalan di Kabupaten Pangkep, kali ini melalui kegiatan Pengelolaan Pekarangan dan Sampah Rumah Tangga di Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa. Program tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan manajemen PT Semen Tonasa kepada Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) Desa Bulu Tellue pada Jumat (13/08/2024).
Fokus pada lingkungan bersih dan pekarangan produktif
Manager TJSL & Community Development Officer Semen Tonasa, Abbas, menjelaskan bahwa pengelolaan pekarangan dan sampah rumah tangga merupakan salah satu dari tujuh program Renja 2024 yang akan direalisasikan di desa tersebut. Menurutnya, program ini diarahkan agar warga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara lebih optimal.
“Harapannya melalui program ini nantinya akan tercipta lingkungan bersih dan nyaman disekitar pemukiman warga serta pekarangan setiap rumah dapat dimanfaatkan dengan baik agar makin sehat,” jelasnya.
Abbas juga menegaskan bahwa seluruh program TJSL tahun 2024 dijalankan dengan penyesuaian sistem terbaru. Di dalamnya termasuk kerja sama dengan KPK untuk memastikan pengawasan program berjalan tepat waktu dan sesuai sasaran.
Apresiasi dari pemerintah desa
Dalam sambutan serah terima, Sekretaris Desa Bulu Tellue, Riskawati, menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Tonasa atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai program kepedulian sosial. Ia berharap warga dapat ikut terlibat aktif agar manfaat program ini benar-benar dirasakan bersama.
“Harapannya semoga warga bisa berpartisipasi aktif dalam program Pengelolaan Pekarangan dan Sampah Rumah Tangga agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tambahnya.
Warga dibekali pelatihan pemanfaatan pekarangan
Usai serah terima program, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang dibawakan oleh Suherman Mulcheri, S.Si., M.Si. Dalam sesi ini, warga mendapat pelatihan mengenai cara mengembangkan pekarangan rumah agar lebih produktif dan bernilai guna.
Melalui program ini, pengelolaan pekarangan dan sampah rumah tangga tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan permukiman, tetapi juga mendorong warga menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah. Dengan begitu, kebutuhan rumah tangga bisa ditekan dan lingkungan pun tetap terawat.





