Jakarta, VIVA – Di tengah suasana makan malam usai pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Istana, sorotan justru tertuju pada Meutya Hafid. Politikus Partai Golkar itu tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga memberi sinyal soal arah kebijakan yang menurutnya penting, mulai dari swasembada pangan hingga isu keamanan data yang belakangan ramai dibicarakan.
Swasembada Pangan Jadi Sorotan Meutya
Meutya mengaku menyoroti pidato Prabowo Subianto yang menekankan swasembada pangan. Menurutnya, gagasan itu bukan hal baru karena sudah lama dibahas, termasuk saat dirinya masih berada di Komisi I DPR RI.
“Saya meng-highlight yang Swasembada pangan ya Karena kebetulan pas di komisi I Kita sudah bicara itu, jadi saya menyampaikan itu bukan ujug-ujug yang disampaikan tadi,” ujar Meutya Hafid kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Ia menambahkan, pembahasan soal ketahanan pangan sudah mengemuka dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, Meutya menilai Prabowo tidak sekadar mengulang tema lama, melainkan membawa agenda yang memang sudah lama masuk dalam diskusi kebijakan.
“Di komisi I kita selalu berbicara ketahanan pangan Dan bagaimana program ke depannya. Jadi Insya Allah bisa terkabul,” kata Meutya.
Isyarat Jabatan di Kabinet Masih Menggantung
Selain menanggapi pidato Prabowo, Meutya juga tidak menutup kemungkinan dirinya akan mendapat penugasan di kabinet Prabowo-Gibran. Saat ditanya soal peluang menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), ia memilih berhati-hati dan mengatakan belum ada keputusan resmi dari Prabowo.
Meski demikian, Meutya menyinggung isu yang menurutnya tak bisa diabaikan, yakni kebocoran data. Ia menilai keamanan data pribadi harus menjadi perhatian serius dalam pemerintahan ke depan, terlepas dari posisi apa pun yang nantinya ia emban.
“Kemarin saya juga banyak melihat masalah di security, data security. Saya rasa itu juga menjadi di antara prioritas yang kita jalankan, namun demikian ini kan belum diumumkan ya,” tukasnya.
Pelantikan Prabowo-Gibran dan Konteks Politiknya
Seperti diketahui, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam Sidang Paripurna MPR RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 20 Oktober 2024. Setelah pengucapan sumpah itu, keduanya resmi memimpin Indonesia untuk periode 2024-2029.
Prosesi pelantikan dihadiri Presiden sebelumnya, Joko Widodo, bersama sejumlah tokoh bangsa dan tamu undangan lainnya. Prabowo dan Gibran kemudian dilantik setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan mereka sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan 96.214.691 suara atau 58,6 persen dari total suara sah nasional.
Ketua KPU Hasyim Asy’ari sebelumnya menjelaskan, total suara sah nasional mencapai 164.277.475. Adapun pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 40.971.906 suara, sementara Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 27.040.878 suara.





