Danantara: Prabowo Subianto’s Economic Pioneer

by -291 Views

Peluncuran Dana Kelolaan Bersama atau sovereign wealth fund (SWF) Danantara menjadi panggung bagi Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk mengirim pesan yang tegas: Indonesia tak ingin terus berada di belakang dalam peta ekonomi dunia. Di hadapan para hadirin, Prabowo menempatkan Danantara bukan sekadar sebagai instrumen investasi baru, melainkan sebagai simbol ambisi nasional untuk tampil sebagai pelopor, bukan pengekor.

Danantara dan ambisi menjadikan BUMN lebih kuat

Prabowo menilai keberadaan Danantara memiliki peran strategis dalam mendorong investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke sektor-sektor yang bisa menopang pertumbuhan jangka panjang. Ia berharap dana ini dapat membantu BUMN Indonesia berkembang menjadi perusahaan yang lebih kompetitif, profesional, dan terhubung lebih kuat dengan ekonomi global.

Dalam pandangannya, BUMN tidak semestinya hanya dilihat sebagai entitas bisnis. Lebih dari itu, BUMN adalah aset nasional yang dapat menjadi mesin pembangunan ekonomi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya standar kerja tinggi, tata kelola terbaik, inovasi, transparansi, serta pemanfaatan teknologi yang lebih maju.

Target besar: masuk Global Fortune 500

Prabowo juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500. Baginya, pencapaian itu bukan sekadar soal reputasi korporasi, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu berdiri di garis depan perekonomian dunia. Ia ingin Danantara menjadi salah satu kendaraan yang mengantar BUMN ke level tersebut.

Investasi awal melalui Danantara diproyeksikan bernilai US$20 miliar dan akan diarahkan ke 20 proyek strategis. Sektor yang disasar mencakup hilirisasi nikel dan tembaga, kecerdasan buatan, hingga energi terbarukan. Menurut Prabowo, pilihan sektor ini sangat menentukan masa depan bangsa karena berkaitan langsung dengan ketahanan, kemandirian, dan daya saing Indonesia.

Awal babak baru bagi tata kelola BUMN

Pendirian Danantara diposisikan sebagai pembuka era baru bagi BUMN Indonesia. Di bawah kerangka ini, perusahaan pelat merah diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memainkan peran sebagai penggerak ekonomi nasional yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Prabowo menegaskan bahwa kehati-hatian dan manajemen yang kuat harus menjadi fondasi agar Danantara benar-benar memberi hasil yang terukur.

Dengan pendekatan itu, pemerintah ingin memastikan Danantara tidak berhenti sebagai proyek besar di atas kertas. Yang dipertaruhkan adalah kemampuan Indonesia membuktikan bahwa modal negara, jika dikelola dengan tata kelola yang baik, bisa menjadi alat untuk memperkuat posisi nasional di tengah persaingan ekonomi global.