Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan awal laporan terkait kericuhan saat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia oleh Panitia Kerja (Panja) di Jakarta, Sabtu (15/3). Dari penelusuran sementara, polisi menyebut sudah mengantongi dua barang bukti yang dinilai penting untuk mendalami peristiwa tersebut.
Dua Barang Bukti Sudah Diserahkan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, mengatakan barang bukti yang diterima penyidik terdiri dari satu unit elektronik video CCTV dan satu unit elektronik video atau video dokumentasi. Keduanya kini menjadi bagian dari penyelidikan Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Menurut Ade Ary, laporan itu masih dalam tahap pendalaman sehingga polisi belum menyimpulkan lebih jauh mengenai rangkaian kejadian di lokasi. Namun, keberadaan rekaman video dipandang krusial untuk memetakan situasi di sekitar ruang rapat pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat.
Laporan Berawal dari Sekuriti Hotel
Laporan polisi diajukan oleh pelapor berinisial RYR, yang diketahui bekerja sebagai sekuriti di Hotel Fairmont. Ia menyebut sejumlah individu dari Koalisi Masyarakat Sipil masuk ke hotel dan melakukan protes di depan ruang rapat pembahasan RUU TNI.
RYR mengaku dirugikan atas insiden tersebut dan kemudian melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/1876/III/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Penyidik Masih Menelusuri Unsur Laporan
Dari laporan yang masuk, polisi menduga ada unsur perbuatan yang mengganggu ketertiban umum, disertai dugaan pemaksaan dengan ancaman kekerasan serta penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum di Indonesia. Meski begitu, Ade Ary menegaskan penyelidikan masih berjalan dan seluruh proses akan mengikuti hasil pemeriksaan saksi maupun bukti yang sudah diterima.
Hingga kini, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi peristiwa secara utuh. Tahap pemanggilan saksi dan langkah investigasi lanjutan akan diumumkan setelah penyidik memeriksa seluruh materi yang ada.





