Rangkaian tawuran antarwarga di Kelurahan Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, kembali menyedot perhatian polisi. Bukan hanya karena bentrokan itu berulang, tetapi juga karena muncul dugaan adanya sosok yang sengaja memanaskan situasi di lapangan. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut pihaknya tengah menelusuri kemungkinan adanya provokator di balik insiden tersebut.
Provokasi Diduga Jadi Pemicu
Dalam kejadian terbaru pada Sabtu (5/4) sekitar pukul 17.20 WIB, tawuran disebut dipicu oleh aksi sekelompok pemuda yang menembakkan petasan ke arah warga yang sedang memancing di Kali Jalan Sekolah. Dari laporan di lapangan, situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan antarwarga dari berbagai RW yang saling serang.
Polisi bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke lokasi untuk meredam keributan dan mencegah konflik meluas. Meski tidak ada korban jiwa, dua pemuda dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan pecahan kaca.
Polisi Kantongi Nama Diduga Pemicu
Susatyo mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama seorang pemuda yang diduga menjadi pemicu tawuran. Temuan itu kini menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.
“Kami masih mendalami dan siap mengambil tindakan tegas terhadap pelaku provokasi,” tegas Kapolres Susatyo. Aparat juga masih berjaga ketat di kawasan itu guna mengantisipasi bentrokan susulan yang bisa muncul kapan saja.
Warga Diimbau Tetap Tenang
Di tengah situasi yang masih rawan, polisi meminta warga tidak terpancing isu maupun ajakan dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda tawuran agar petugas bisa turun lebih cepat sebelum keributan berubah menjadi bentrokan terbuka.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa satu aksi provokasi kecil bisa memicu kekerasan yang jauh lebih besar. Di Petojo Utara, polisi kini tidak hanya memburu pelaku tawuran, tetapi juga menelusuri siapa yang pertama kali menyulut amarah massa di lokasi.





