Kriminal kemarin: Pembuangan Bayi dan Sidang Vadel yang Kontroversial

by -271 Views

Jakarta pada Rabu (25/6) kembali dipenuhi deretan kabar kriminal yang menyita perhatian publik. Dari penangkapan pelaku pembuangan bayi di Palmerah, Jakarta Barat, hingga sidang kasus asusila yang menyeret tersangka Vadel Alfajar Badjideh (19), aparat kepolisian bergerak di sejumlah lokasi untuk menangani perkara yang berbeda karakter, tetapi sama-sama memantik sorotan. Di tengah itu, Polres Metro Jakarta Pusat juga menetapkan enam mahasiswa sebagai tersangka dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga yang berakhir ricuh, sementara seorang petugas dilaporkan mengalami luka bakar akibat insiden tersebut.

Bayi ditemukan hidup, pelaku akhirnya ditangkap

Salah satu peristiwa yang paling menyedot perhatian datang dari Palmerah. Polisi berhasil meringkus pelaku pembuangan bayi perempuan yang sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi hidup tanpa pakaian. Temuan itu memicu keprihatinan luas karena bayi tersebut ditinggalkan begitu saja, sebelum akhirnya mendapat penanganan dari warga dan aparat. Kasus ini menambah daftar tindak pidana yang memunculkan pertanyaan besar soal tanggung jawab dan kemanusiaan.

Sidang Vadel dan demo yang berujung anarkis

Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Vadel Alfajar Badjideh terlihat hadir dengan tangan diborgol dalam persidangan kasus asusila yang menjeratnya. Kehadirannya menjadi perhatian karena kasus tersebut sejak awal ramai dibicarakan publik. Sementara itu, di Jakarta Pusat, situasi berbeda terjadi di depan Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga. Aksi mahasiswa yang semula berupa demonstrasi berubah menjadi anarkis hingga berujung pada penetapan enam orang sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam kericuhan itu, seorang petugas mengalami luka bakar akibat aksi massa.

Pencurian saat keluarga berduka dan kasus pelecehan di Palmerah

Masih di Jakarta, kepolisian juga menangani kasus pencurian yang dilakukan seorang wanita di Ciracas. Pelaku diduga mengambil perhiasan senilai Rp30 juta saat keluarga korban tengah berduka, sebuah peristiwa yang menambah panjang daftar kejahatan yang memanfaatkan situasi rentan. Di Palmerah, kasus lain yang tak kalah serius juga menjadi perhatian publik, yakni dugaan pelecehan seksual terhadap seorang remaja berusia 13 tahun. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam satu hari, Jakarta kembali berhadapan dengan persoalan keamanan yang berlapis, dari kekerasan, pencurian, hingga perkara asusila yang menyisakan dampak sosial luas.