Maros — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah menampilkan seorang turis asal Polandia, Piotr Marcin Lubawy, 42 tahun, yang sempat mengancam anak-anak dengan batu di kawasan Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi saat Piotr tengah berada di jalur wisata dari Karst Rammang-Rammang menuju situs purbakala Leang-Leang.
Awal Peristiwa di Kawasan Wisata
Piotr, yang datang ke Maros sebagai wisatawan, disebut sempat berjalan kaki seorang diri sebelum berbincang dengan beberapa anak di sekitar lokasi. Dari percakapan singkat itulah kemudian muncul insiden kecil yang memicu kemarahannya. Situasi yang awalnya tampak biasa berubah tegang hingga membuat warga dan pengunjung lain ikut memperhatikan.
Pihak kepolisian yang melihat adanya potensi konflik langsung turun tangan. Piotr kemudian diamankan bukan untuk diproses sebagai pelaku tindak pidana, melainkan untuk menenangkan situasi sekaligus memastikan keselamatannya sendiri dan orang-orang di sekitar lokasi.
Keterangan Polisi dan Klarifikasi Identitas
Di tengah derasnya narasi negatif yang menyebar di media sosial, polisi menegaskan bahwa Piotr tidak mengalami gangguan jiwa. Ia diketahui merupakan perawat terapi, membawa dokumen perjalanan lengkap, serta memiliki visa yang sah saat berada di Indonesia.
Polisi juga menyebut kunjungan Piotr ke Maros memang berkaitan dengan minatnya pada budaya dan sejarah situs prasejarah di kawasan tersebut. Informasi ini penting untuk meluruskan berbagai spekulasi yang sempat berkembang setelah cuplikan insiden itu viral dan menimbulkan reaksi keras dari warganet.
Rencana Perjalanan Lanjutan
Setelah situasi mereda, Piotr menyampaikan rencananya untuk tetap berada di Indonesia hingga 8 Juli 2025. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia dan India.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana satu momen singkat di lokasi wisata bisa dengan cepat membesar ketika masuk ke ruang digital, terlebih jika melibatkan turis asing dan anak-anak. Namun, berdasarkan keterangan aparat, fokus utama saat kejadian adalah meredakan ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.





