Sejak terjadinya perang pada Oktober 2023, lebih dari 2,3 juta penduduk di Jalur Gaza menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin meruncing. Sumber pangan, pertanian, air bersih, serta akses perbatasan yang terputus telah menyebabkan kondisi yang sangat tragis bagi masyarakat Gaza. Data terkini menunjukkan bahwa 75% lahan pertanian telah hancur, dan lebih dari 96% ternak dan unggas telah musnah. Harga pangan melonjak drastis, sementara pabrik roti bersubsidi berhenti operasi karena kelangkaan bahan bakar.
Dampak kelaparan sudah mulai terasa, dengan lebih dari 58 orang dilaporkan meninggal karena kelaparan, termasuk 53 anak-anak. Sebanyak 3.500 anak juga dalam kondisi gizi buruk yang mengancam nyawa. Program Pangan Dunia (WFP) bahkan menyatakan bahwa stok makanan mereka di Gaza sudah habis. Kebutuhan akan air bersih juga sangat tinggi, dengan banyak jaringan air bersih rusak dan sumur warga hancur.
Untuk meringankan beban warga Gaza yang terdampak paling parah, Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional memberikan bantuan air bersih, terutama bagi warga di wilayah Khan Younis dan Gaza Utara. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan PMI untuk membantu masyarakat Palestina di tengah situasi darurat yang belum surut.
PMI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung penggalangan dana dan doa bagi rakyat Palestina. Donasi bisa disalurkan melalui website resmi PMI dengan memilih tujuan donasi: Bantu Gaza Bangkit dan Pulih Kembali. Menyadari situasi yang memprihatinkan di Gaza, solidaritas dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang tengah berjuang bertahan hidup.





