Tim SAR gabungan sedang mempersiapkan tim teknis untuk mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya dari dasar laut Selat Bali. Hal ini dilakukan setelah Tim Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU) berhasil memvisualisasikan bangkai kapal KMP Tunu yang terbalik di dasar laut dengan kedalaman sekitar 49 meter. Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Surabaya, Hartanto menjelaskan bahwa lokasi kapal sudah jelas dan tim akan segera melaksanakan penandaan sebelum melakukan pengangkatan. Tim teknis dengan strategi khusus sudah memberikan penandaan dan bersiap untuk melakukan pengangkatan di Banyuwangi.
Hartanto telah berkoordinasi dengan tim khusus dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk merencanakan pengangkatan bangkai kapal Tunu yang tenggelam pada 2 Juli 2025. Koordinasi terus dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi melaporkan bahwa hingga 13 Juli 2025, terdapat 30 korban selamat, 18 korban meninggal, dan 17 korban hilang yang masih dalam pencarian. KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali membawa 53 penumpang, 12 ABK, dan 22 unit kendaraan. Proses pengangkatan bangkai kapal akan dilakukan dengan bantuan tim teknis yang paham betul proses penandaan dan pengangkatan.





