Prabowo Warns Greedy Elites of ‘Greednomics’: Their Time is Coming

by -255 Views

Presiden Indonesia Prabowo Subianto memperkenalkan istilah baru yang mencolok – “Greednomics” – untuk mengecam tindakan elit ekonomi yang dituduhnya secara berulang kali mengeksploitasi kekayaan negara dengan impunity. Dalam sambutannya di acara penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2025 pada Minggu (20 Juli), Prabowo memberikan kritik tajam terhadap apa yang dia gambarkan sebagai pola perilaku ekonomi yang tidak etis oleh segelintir orang. “Pada 20 Oktober 2024, Mas Gibran dan saya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan rakyat Indonesia. Kami bersumpah untuk menegakkan Konstitusi dan mematuhi semua hukum yang berlaku,” tegas Prabowo dalam pidatonya. Dia melanjutkan untuk menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menegakkan hukum konstitusi dan mengambil sikap tegas terhadap korupsi dan ketidakadilan. “Oleh karena itu, insya Allah, saya hanya memohon kekuatan dari Yang Maha Kuasa – untuk memberi saya keberanian untuk menegakkan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Negara kita kaya sekali – tetapi begitu juga para pencuri,” ujarnya. Prabowo tidak menyembunyikan rasa frustasinya terhadap para pelaku yang, meskipun sudah diingatkan berkali-kali, terus menyalahgunakan kekuasaan mereka. “Tak masuk akal. Mereka tidak pernah belajar. Mereka sudah diingatkan berulang kali, dan masih tetap tidak berubah. Saya kecewa. Menurut pandangan saya, orang-orang ini tidak lagi berpikir logis. Mereka hanya didorong oleh keserakahan.” Dari konteks inilah Prabowo memperkenalkan istilah Greednomics, yang dia gambarkan sebagai fenomena baru dalam ekonomi politik Indonesia: jenis perilaku ekonomi yang tidak rasional, tidak adil, dan tanpa dasar etika. “Kita melihat munculnya aliran pemikiran ekonomi baru. Kita telah memiliki berbagai aliran ekonomi – sekarang kita punya yang saya sebut ‘Greednomics’.” “Greednomics yang disebut-sebut ini tidak ada di buku teks manapun. Ini tidak diajarkan di fakultas ekonomi manapun. Ini ilmu keserakahan. Tapi … saat mereka akan tiba.” Pernyataan presiden dengan cepat menarik perhatian luas atas kritik pedasnya terhadap perilaku elit dan praktik ekonomi laba-untuk-semua-biaya yang, katanya, dilakukan dengan merugikan rakyat Indonesia.

Source link