Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, sebagai ikon dan contoh dalam pembangunan kelurahan secara terpadu dan kolaboratif. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan hal ini dalam kunjungan saat penilaian lomba kelurahan. Lomba ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi menjadi standar bagi kelurahan lain di Kota Makassar untuk meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan. Pembangunan Kelurahan Panampu melibatkan berbagai elemen mulai dari SKPD, camat, hingga partisipasi aktif masyarakat. Pemkot Makassar akan memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik setiap tahun melalui dana APBD dengan harapan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
Lurah Panampu, Imam Hanafi, menjelaskan berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan sejak awal masa jabatannya. Salah satunya adalah program penanganan stunting melalui kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Ikatan Istri Dokter Indonesia, Rumah Sakit Hermina, Universitas, dan perusahaan swasta melalui program CSR. Kelurahan Panampu juga melakukan inisiatif dalam program ketahanan pangan melalui Bank Sampah dan Urban Farming. Selain itu, dalam bidang kebersihan lingkungan, Kelurahan ini bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam program Kampung Bersih Nusantara.
Dalam hal penguatan sosial, Kelurahan Panampu memiliki Posyandu Merah Baru, Kampung KB Berkualitas, serta berbagai komunitas kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan yang mendukung program kelurahan. Kerjasama antar elemen masyarakat telah berhasil menurunkan angka stunting di wilayah Panampu dan menjadi contoh nyata bahwa kerja kolaboratif bisa membawa perubahan yang signifikan. Pemerintah Kota Makassar berharap bahwa prestasi Kelurahan Panampu dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain dalam membangun wilayahnya secara mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.





