27 Juli: Hari Penting Bagi Anak Tukang Kayu yang Bercita-cita Jadi Presiden

by -162 Views

Pada Minggu, 27 Juli 2025, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengadakan peringatan 29 tahun peristiwa penyerangan kantor DPP PDIP pada tahun 1996, yang dikenal sebagai Kudatuli. Acara ini dilaksanakan dengan tabur bunga dan doa bersama di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, dalam kesempatan ini mengingatkan para peserta tentang pentingnya menjaga semangat perjuangan dan menghormati sejarah Kudatuli sebagai momen penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Pidato yang disampaikan oleh Ribka Tjiptaning menekankan bahwa reformasi yang diinginkan masih jauh dari kenyataan. Beliau juga menekankan bahwa Kudatuli merupakan tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia, karena tanpa peristiwa ini, tidak akan ada reformasi yang menghasilkan perwakilan rakyat dari berbagai latar belakang profesi. Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai kelompok, termasuk Forum Komunikasi Kerukunan (FKK) 124, eksponen ’96, dan aktivis lainnya. Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mengekspresikan harapan agar peristiwa Kudatuli diakui sebagai pelanggaran HAM berat, dan meminta perlakuan hukum yang adil untuk Sekjen partai mereka. Selain itu, kader-kader partai juga diingatkan untuk tidak melupakan sejarah perjuangan partai dan kesetiaan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Acara ini ditutup dengan doa bersama untuk para korban Kudatuli dan harapan agar semangat perjuangan terus membawa perubahan positif bagi Indonesia.

Source link