Polda Metro Jaya Periksa 24 Saksi dalam Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru
Penyelidikan atas kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), terus bergerak. Polda Metro Jaya menyebut sudah memeriksa 24 saksi untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum ADP ditemukan meninggal di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat.
24 saksi dari berbagai lingkaran korban
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa para saksi yang diperiksa berasal dari beragam latar belakang. Mereka mencakup orang-orang di lingkungan tempat tinggal korban, pihak keluarga, rekan di lingkungan kerja, saksi ahli, hingga sejumlah pihak lain yang dinilai memiliki keterkaitan dengan ADP.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya polisi untuk menyusun gambaran yang utuh, mulai dari aktivitas terakhir korban hingga kondisi yang menyertai penemuannya. Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari setiap saksi guna memastikan tidak ada bagian penting yang terlewat.
Tas diduga milik ADP ditemukan di atap gedung Kemlu
Selain memeriksa saksi, penyidik juga menemukan barang yang diduga milik Arya Daru. Tas tersebut ditemukan di atap gedung Kemlu setelah tim penyelidik melakukan pengamatan sekitar satu hari setelah kejadian. Di dalamnya terdapat laptop, pakaian baru, obat-obatan, serta beberapa dokumen dan alat kantor.
Meski temuan itu dinilai penting, Reonald menegaskan bahwa kepolisian belum dapat membeberkan secara rinci jenis obat yang ada di dalam tas tersebut. Menurutnya, informasi itu termasuk ranah privasi sehingga tidak bisa dijelaskan lebih jauh ke publik.
Penyelidikan masih berlanjut
Polisi menegaskan proses penyelidikan belum selesai. Pemeriksaan saksi dan penelusuran barang bukti terus dilakukan untuk mengurai penyebab kematian diplomat muda tersebut. Setiap temuan akan dicocokkan dengan keterangan para saksi agar hasil penyidikan benar-benar mengarah pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena melibatkan seorang staf Kemlu yang ditemukan tewas di kamar kos, sementara sejumlah barang pribadinya justru terlacak di lokasi berbeda. Dari titik inilah penyidik mencoba merangkai kembali kejadian demi kejadian yang mengarah pada akhir hidup ADP.
opyright © ANTARA 2025





