Komunikasi Positif: Prabowo Memuji PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Mediasi Konflik Thailand-Kamboja

by -224 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pujian kepada Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, atas upayanya yang sukses dalam mediasi konflik antara Thailand dan Kamboja yang menghasilkan gencatan senjata. Penghargaan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral mereka di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa (29 Juli).

“Saya ingin mengucapkan selamat atas kepemimpinan Anda, Dato’ Seri, sebagai Ketua ASEAN. Anda telah berhasil dalam upaya mediasi dan mendapatkan gencatan senjata dalam konflik antara Thailand dan Kamboja. Ini adalah sesuatu yang seharusnya kita semua syukuri. Terima kasih,” ujar Presiden Prabowo.

Beliau juga menegaskan bahwa Indonesia siap mendukung Perdana Menteri Anwar, bukan hanya dalam perannya sebagai kepala pemerintahan di Malaysia, tetapi juga sebagai Ketua ASEAN.

“Kami siap membantu dimanapun diperlukan, Dato’ Seri Anwar Ibrahim—bukan hanya sebagai Perdana Menteri Malaysia, tetapi juga sebagai Ketua ASEAN saat ini,” ujar Prabowo.

Presiden mendorong negara-negara ASEAN untuk tetap menjunjung prinsip penyelesaian damai dalam menangani konflik regional yang muncul—melalui konsultasi, negosiasi, dan musyawarah.

“Pada intinya, kita harus selalu menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan mediasi—saya ulangi—konsultasi, negosiasi, dan konsensus,” tegasnya.

Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa mediasi tetap menjadi jalan yang paling efektif dalam penyelesaian konflik, terutama bagi negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki akar budaya dan sejarah yang sama.

“Saya yakin ini adalah prinsip bersama kita—sebagai negara-negara dengan latar belakang, budaya, dan agama yang serupa, bersatu oleh warisan bersama,” tambahnya.

Presiden Prabowo didampingi oleh beberapa anggota senior Kabinet Merah Putih dalam menyambut Perdana Menteri Anwar, termasuk: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Source link