PCEO Encourages North Sumatra to Enhance Nutrition Service Infrastructure

by -269 Views

Medan — Dorongan untuk mempercepat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara kini mengerucut pada satu hal: ketersediaan infrastruktur layanan gizi yang lebih cepat dan lebih merata. Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KCP), meminta pemerintah provinsi mempercepat pembangunan lebih banyak Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program prioritas itu bisa segera dirasakan anak-anak sekolah.

Hasan: Respons Publik Harus Dijawab dengan Aksi Cepat

Pernyataan itu disampaikan Hasan saat meninjau SPPG Cempedak Lobang di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (30 Juli). Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap MBG sangat tinggi, terutama dari kelompok yang hingga kini belum menerima manfaat program tersebut. Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan wacana, tetapi harus bergerak cepat membangun jaringan layanan yang memadai.

“Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pemimpin daerah sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak sekolah segera bisa menerima makanan bergizi gratis,” tegas Hasan.

Daerah 3T Jadi Sorotan

Hasan juga menekankan peran pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan SPPG, khususnya di wilayah tertinggal, perbatasan, dan terluar atau daerah 3T. Menurutnya, dukungan daerah bukan sekadar formalitas, melainkan menentukan kecepatan pembangunan di lapangan.

“Dukungan substansial dari pemerintah daerah diperlukan—baik dalam menentukan lokasi SPPG yang sesuai maupun dalam memacu upaya pembangunan, terutama di daerah 3T,” tambahnya.

Selain sinergi antarinstansi pemerintah, Hasan menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta. Ia mendorong skema kemitraan publik-swasta agar pembangunan SPPG tidak hanya bertumpu pada anggaran dan kemampuan pemerintah semata.

Bobby Nasution: Target 200 SPPG Segera Terwujud

Dalam kunjungan yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan optimisme bahwa 200 SPPG akan segera beroperasi di provinsi itu. Ia menyebut pemerintah pusat telah menetapkan target 1.732 SPPG untuk Sumatera Utara, dan saat ini 77 unit sudah berdiri.

Bobby menjelaskan jumlah itu akan terus bertambah dalam waktu dekat. “Dalam dua minggu, kami mengharapkan angka tersebut akan naik menjadi 89, dengan tambahan 12 unit yang siap dan menunggu aktivasi akun virtual mereka. Dalam satu bulan, kami berencana menambahkan 29 unit lagi. Melihat progres mingguan, kami yakin Sumatera Utara bisa mencapai target tersebut dalam waktu dekat,” kata Bobby.

Ia juga menegaskan bahwa setiap kabupaten dan kota di Sumatera Utara diharapkan membangun sedikitnya tiga SPPG sebagai kontribusi pemerintah daerah, di luar unit yang dibangun oleh mitra swasta. “Target itu berlaku untuk unit yang dibangun oleh pemerintah daerah, tidak termasuk yang dibangun oleh sektor swasta,” tegas Bobby.