Prabowo Outlines Impact: 290,000 Jobs, One Million Participants

by -164 Views

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat di seluruh negeri. Pada Sesi Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada Jumat (15 Agustus), Presiden memaparkan jangkauan program tersebut dan dampak ekonominya.

Dalam delapan bulan sejak diluncurkan, MBG telah melayani 20 juta penerima manfaat—mulai dari anak-anak sekolah dan pra-sekolah hingga ibu hamil dan ibu menyusui.

“Pagi ini, saya menerima laporan dari Badan Gizi Nasional yang mengkonfirmasi bahwa 20 juta pelajar, anak pra-sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui sekarang menerima makanan bergizi gratis setiap hari,” ungkap Prabowo.

Hingga saat ini, program ini telah mendirikan 5.800 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi. Program ini telah menciptakan 290.000 lapangan kerja dan melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan usaha kecil dan menengah.

“Meskipun program ini baru berjalan selama delapan bulan, hasilnya sudah terlihat. Kehadiran siswa meningkat, dan kinerja siswa semakin membaik. Saat ini, kami memiliki 5.800 SPPG di 38 provinsi. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur desa dan melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan,” jelas Prabowo.

Dia menegaskan bahwa MBG bukan hanya inisiatif kesejahteraan sosial tetapi juga fondasi strategis untuk menumbuhkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. “PBB telah mengatakan bahwa program-program seperti MBG merupakan investasi terbaik yang dapat dilakukan suatu negara,” katanya.

Presiden menunjukkan peningkatan tingkat kehadiran sekolah dan peningkatan kinerja akademis sebagai indikator awal keberhasilan.

Meskipun masih dalam tahap awal, pencapaian Indonesia sudah melampaui banyak negara lain.

“Brasil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta makanan bergizi gratis per hari. Terkadang, kita harus mengakui bahwa bangsa kita memiliki kemampuan. Ketika rakyat kita memiliki kemauan, banyak hal yang dapat kita capai bersama,” katanya.

Sesi Tahunan dihadiri oleh pemimpin lembaga negara, anggota DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta seluruh kabinet.

Source link