Analisis Kontroversi Prabowo: Bonus Komisaris BUMN

by -247 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan tekadnya untuk memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menghapus praktik pemberian bonus atau tantiem kepada komisaris BUMN. Pada acara Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Prabowo mengungkapkan bahwa banyak aset dan potensi BUMN yang belum dioptimalkan sebaik mungkin. Dengan melakukan konsolidasi aset di bawah pengelolaan Danantara, Indonesia kini memiliki kekuatan keuangan global yang signifikan, dengan total aset BUMN yang berhasil dikumpulkan mencapai US$10 miliar.

Prabowo menekankan kekayaan luar biasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan dari aset BUMN yang ada. Namun, ia juga menyoroti praktik pemberian tantiem atau bonus kepada komisaris BUMN yang dianggap tidak adil, terutama saat performa perusahaan sedang merugi. Prabowo menjadikan kebijakan penghapusan bonus bagi komisaris BUMN ini sebagai bagian dari upaya besar dalam reformasi tata kelola BUMN.

Integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan negara juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh Prabowo. Ia memastikan bahwa kebijakan ini bukan hanya sekadar pembenahan internal, tetapi juga sebagai panggilan bagi generasi muda yang memiliki nilai integritas dan semangat profesionalisme untuk ikut serta dalam pengembangan BUMN di masa depan.

Source link