Polres Jakarta Timur Tangkap Empat Pelaku Perusakan Kantor Polisi

by -213 Views

Polres Metro Jakarta Timur bergerak cepat setelah rangkaian kericuhan yang menyasar kantor-kantor polisi di wilayahnya pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) dini hari. Dari penanganan awal, polisi telah menangkap empat terduga pelaku yang diduga terlibat dalam perusakan dan penyerangan terhadap fasilitas kepolisian.

Empat Terduga Pelaku Diamankan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengatakan dua terduga pelaku berasal dari Polsek Jatinegara, satu dari Polsek Cipayung, dan satu lainnya dari Polres Metro Jaktim. Meski begitu, polisi belum merinci peran masing-masing orang yang sudah diamankan tersebut.

“Kami masih mendalami keterlibatan para terduga pelaku dan memburu kelompok lain yang diduga ikut terlibat,” kata Dicky. Pemeriksaan dilakukan untuk memetakan siapa yang melakukan perusakan, siapa yang memprovokasi, dan siapa yang berada di lapangan saat aksi berlangsung.

Kantor Polisi Diserang, Kendaraan Dibakar

Serangan massa ke Mapolres Metro Jakarta Timur meninggalkan kerusakan besar. Puluhan kendaraan yang terparkir di depan gedung, baik mobil maupun sepeda motor, hangus terbakar. Situasi di sekitar markas polisi sempat mencekam ketika massa melempari gedung dengan batu dan benda keras lainnya, lalu melemparkan molotov ke area dalam Polres.

Tak hanya Polres Metro Jakarta Timur, lima polsek di wilayah setempat juga menjadi sasaran, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung. Rangkaian serangan ini membuat sejumlah fasilitas kepolisian mengalami kerusakan dan menambah panjang daftar titik yang terdampak kericuhan di Jakarta.

Gelombang Aksi Meluas di Jakarta

Kericuhan ini tidak berdiri sendiri. Gelombang aksi yang dimulai sejak Senin (25/8) di Gedung DPR RI sebelumnya juga memunculkan protes terhadap kebijakan yang dinilai merugikan rakyat. Saat aparat membubarkan massa dengan gas air mata, situasi berubah ricuh dan meluas ke sejumlah titik di ibu kota.

Dalam perkembangan berikutnya, ribuan buruh dan mahasiswa ikut turun ke jalan. Di tengah aksi itu, berbagai fasilitas umum, pos polisi, rambu lalu lintas, hingga kendaraan di gedung-gedung turut menjadi sasaran amukan massa. Selain perusakan, penjarahan juga dilaporkan terjadi di beberapa rumah politisi, termasuk milik Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, Nafa Urbach, serta kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam perusakan dan kekerasan tersebut, sembari mengamankan lokasi-lokasi yang terdampak agar situasi kembali terkendali.