Program Penyaluran Air Bersih Pemkab Maros ke 6 Kecamatan Terdampak Kekeringan

by -260 Views

Musim kemarau telah tiba, dan kabar buruk pun melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Krisis air bersih mengancam hampir 120 ribu jiwa di enam kecamatan yang terdampak. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Maros, Chaidir Syam, telah memobilisasi Satuan Tugas Penanggulangan Air Bersih di bawah koordinasi BPBD. Dalam upaya penyaluran air bersih yang dimulai sejak Kamis (4/9/2025), Chaidir optimis bahwa distribusi air bersih akan merata dan mencapai masyarakat yang membutuhkan.

Kecamatan di pesisir seperti Bontoa, Marusu, Maros Baru, Lau, Turikale, dan Mandai tergolong sebagai wilayah yang paling parah terdampak. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah setempat menyiagakan empat unit mobil tangki BPBD yang didukung oleh PDAM, Damkar, PMI, dan organisasi lainnya. Chaidir menyadari bahwa kebutuhan akan air bersih terus meningkat dan telah menyiapkan berbagai langkah darurat guna mengatasi kekeringan.

Selain langkah darurat, pemerintah juga tengah mempersiapkan solusi jangka panjang dengan meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA). Salah satu contohnya adalah peningkatan debit IPA Bantimurung dari 120 liter per detik menjadi 200 liter per detik untuk memperkuat pasokan air ke beberapa kecamatan. Penguatan pasokan juga dilakukan di IPA Pattontongang, IPA Tanralili, serta dengan rencana pembangunan IPA baru di kawasan Masale, Tompobulu.

Harapan besar tersemat pada penguatan jaringan IPA ini, dimana diharapkan persoalan kekeringan yang kerap terjadi setiap tahun dapat teratasi secara bertahap di masa yang akan datang. Sementara itu, warga Maros seperti Arfa mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan air bersih dan terpaksa membelinya dengan harga tinggi. Dengan adanya distribusi air bersih dari pemerintah, Arfa mengaku sangat terbantu dalam mengatasi krisis air bersih yang melanda wilayahnya.

Source link