Jelang aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) yang dijadwalkan berlangsung hari ini, suasana di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, terlihat sepi. Belum ada tanda-tanda kedatangan massa aksi yang diprediksi akan berjumlah ribuan orang. Hanya ada satu unit kendaraan milik Ditlantas Polda Metro Jaya terparkir di depan gerbang utama kompleks parlemen dengan awak media yang berkumpul untuk liputan demonstrasi. Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto juga lancar, tanpa hambatan berarti bagi kendaraan yang melintas.
Sebelumnya, ada informasi bahwa sekitar 2.000 driver ojol akan berpartisipasi dalam aksi yang digagas oleh Garda Indonesia. Aksi ini akan digelar di tiga lokasi berbeda, yaitu Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan berakhir di depan DPR RI. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi ini bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional dan menuntut agar Presiden Prabowo mencopot Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi.
Dalam keterangan tertulisnya, Igun mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Dudy, Kementerian Perhubungan mengalami kemunduran dan dianggap lebih memihak aplikator daripada mitra pengemudi. Oleh karena itu, aksi yang disebut Aksi 179 ini akan melibatkan ribuan massa dari berbagai komunitas ojol. Beberapa tuntutan aksi ojol termasuk memasukkan RUU Transportasi Online ke dalam Prolegnas 2025-2026, menetapkan potongan maksimal 10% untuk aplikator, serta menerapkan regulasi tarif antar barang dan makanan. Penyelidikan terhadap potongan 5% yang diambil aplikator dan pencopotan sistem Aceng, Slot, Multi Order, dan Member Berbayar juga masuk dalam tuntutan aksi tersebut.





