Kronologi Hilangnya Bima dan Penemuan oleh Polisi: Fakta Terbaru

by -203 Views

Kronologi perjalanan Bima Permana Putra (BPP) sejak dilaporkan hilang saat demonstrasi di Kwitang, Jakarta Pusat pada akhir Agustus 2025 hingga ditemukan polisi di Kota Malang, Jawa Timur telah diungkapkan oleh polisi. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, Bima meninggalkan Kota Jakarta segera setelah aksi unjuk rasa berakhir pada 1 September 2025. Bima bekerja sebagai staf pemeliharaan di gudang penyimpanan ikan milik PT. RAS, Penjaringan, Jakarta Utara, dan selama periode tersebut, tinggal di asrama perusahaan.

Pada 1 September 2025, BPP berkendara dari Jakarta menuju Tegal menggunakan sepeda motor pribadinya, Yamaha Aerox. Setibanya di Tegal, Bima menginap di Hotel Red Doors dan menjual sepeda motornya dengan sistem tunai di tempat (cash on delivery/COD) di depan hotel dengan harga Rp5 juta melalui akun Facebook Shiba Taiju. Kemudian, pada 2 September, ia memesan layanan Grab motor untuk pergi ke Stasiun Tegal dan melanjutkan perjalanan ke Malang.

Sampai di Malang, Bima beristirahat di Pom Bensin Mergosono dan menginap di Hotel Java Boutique melalui aplikasi Traveloka selama dua malam. Pada 5 September, setelah meninggalkan hotel, Bima pergi ke sebuah Vihara di daerah Klenteng Eng An Kiong, Jalan R.E. Martadinata No.1, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, dan mulai berjualan mainan barongsai yang dibelinya seharga Rp400 ribu dari akun tiktok shop.

Bima berjualan di depan Klenteng Eng An Kiong dari 5 hingga 16 September, sambil kembali ke Pom Bensin Mergosono untuk beristirahat. Pada 17 September, anggota Resmob Polda Metro Jaya menemukan Bima di lokasi berjualan, dan ia kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, tiga orang yang dilaporkan hilang sejak 31 Agustus 2025 adalah Bima Permana Putra, Muhammad Farhan Hamid, dan Reno Syaputradewo.

Source link