Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit seseorang, menurut dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, seorang dosen di Fakultas Kedokteran (FK) IPB University. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita muda yang mengalami stres memiliki kulit yang lebih kusam. Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon kortisol saat stres yang dapat merusak kulit, menurunkan aliran darah, dan memicu pembentukan pigmen kulit serta produksi minyak berlebih. Dampaknya adalah kulit menjadi kusam, kering, dan rentan terhadap jerawat. Selain itu, kortisol juga dapat memicu kerusakan kolagen, menyebabkan kulit lebih cepat menua dan keriput. Faktor eksternal seperti paparan sinar UV dan polusi juga dapat memperburuk kondisi kulit, sehingga menjaga kesehatan kulit dari dalam dan luar tubuh sama pentingnya.
Stres dan Polusi: Penyebab Kerusakan Kulit dan Solusinya
