Kolaborasi Siti Nurhaliza–Ade Govinda: Menamakanmu Cinta
Nama besar dari dua negara kembali bertemu dalam satu lagu. Penyanyi asal Malaysia, Dato’ Sri Siti Nurhaliza, menggandeng musisi Indonesia Ade Govinda untuk merilis karya terbaru berjudul “Menamakanmu Cinta”. Lagu ini hadir bukan sekadar sebagai nomor romantis biasa, melainkan membawa pesan tentang cinta yang luas, hangat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Cinta yang dirangkai lewat lirik
Siti Nurhaliza menjelaskan bahwa setiap lirik dalam lagu ini dirancang untuk memotret keindahan cinta sejati. Menurutnya, “Menamakanmu Cinta” bisa menjadi medium untuk menyampaikan kasih sayang kepada orang-orang terdekat, baik kepada pasangan, keluarga, maupun mereka yang punya tempat spesial dalam hidup seseorang.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Siti juga menyampaikan harapan agar lagu ini dapat menjadi perekat kenangan dan perasaan cinta. Ia menilai lagu tersebut punya peluang diterima luas, tidak hanya di Malaysia dan Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Gagasan universal dari Ade Govinda
Ade Govinda, yang bertindak sebagai penulis lagu sekaligus produser, mengatakan ide “Menamakanmu Cinta” muncul dari keinginan menciptakan lagu cinta yang universal. Pendekatan itu membuat lagu ini terasa mudah dipahami, namun tetap menyimpan emosi yang kuat.
Kolaborasi ini bukan yang pertama bagi Siti dan Ade. Sebelumnya, Ade Govinda juga pernah bekerja sama dengan Siti Nurhaliza dalam sejumlah lagu untuk album Fragmen. Hubungan kreatif yang sudah terbangun itu tampaknya membuat proses pengerjaan lagu terbaru ini berjalan cepat dan penuh antusiasme.
Diterima hangat di platform digital
Respons publik terhadap “Menamakanmu Cinta” terbilang besar. Official lyric video lagu ini di YouTube sudah ditonton lebih dari 3,7 juta kali. Angka tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara ini langsung mendapat tempat di hati pendengar.
Lagu ini juga dipilih sebagai soundtrack resmi sinetron Indonesia “Cinta Sepenuh Jiwa”. Penempatan itu semakin memperluas jangkauan lagu sekaligus menguatkan posisinya sebagai karya yang dirancang untuk menyentuh emosi banyak orang, bukan hanya lewat rilisan digital, tetapi juga lewat tayangan televisi.

