Optimisme Anggota DPR-RI Bambang Haryo untuk Swasembada Pangan Indonesia

by -307 Views

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai peluang Indonesia untuk lepas dari ketergantungan pangan sebenarnya sangat besar. Ia optimistis kabinet Merah Putih mampu mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat, asalkan potensi lahan pertanian dimaksimalkan secara serius dan konsisten.

Potensi Lahan yang Masih Besar

Menurut Bambang Haryo, Indonesia memiliki sekitar 70 juta hektar lahan pertanian yang dapat menjadi penopang utama kebutuhan pangan nasional. Dari jumlah itu, ia menyebut masih ada sekitar 10 juta hektar lahan yang belum termanfaatkan secara optimal. Baginya, angka tersebut menunjukkan bahwa ruang untuk meningkatkan produksi masih sangat terbuka lebar.

BHS menegaskan, jika lahan yang tersedia dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional. Ia menyebut satu kali panen secara normal bisa menghasilkan sekitar 8 ton gabah, sehingga dengan pengelolaan yang tepat, produksi nasional dapat terdorong jauh lebih tinggi.

Hitungan Produksi yang Dinilai Masuk Akal

Dengan dasar perhitungan tersebut, Bambang Haryo meyakini Indonesia berpeluang menghasilkan hingga 80 juta ton gabah setiap tahun. Bahkan, jika lahan pertanian dapat dipanen dua kali dalam setahun, produksi beras nasional menurut perhitungannya bisa mencapai 110 juta ton per tahun.

Dari capaian itu, ia memperkirakan Indonesia bisa memiliki cadangan pangan sekitar 60 juta ton beras setiap tahun. Bagi BHS, angka ini bukan sekadar target produksi, melainkan bukti bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan.

Dari Swasembada ke Lumbung Pangan Dunia

Ia menilai, jika tekad kabinet Merah Putih benar-benar diikuti kerja nyata di lapangan, Indonesia bukan hanya akan mandiri secara pangan, tetapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan dunia. Optimisme itu, menurutnya, bertumpu pada sumber daya yang sudah dimiliki Indonesia sejak lama, tinggal bagaimana negara memastikan seluruh potensi tersebut benar-benar bergerak untuk kepentingan rakyat.

Source link