Gowa kembali diguncang cuaca ekstrem. Angin puting beliung yang datang mendadak menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan meninggalkan jejak kerusakan pada ratusan rumah warga. Dalam hitungan singkat, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan saat angin kencang merusak atap, dinding, hingga bagian rumah warga di sejumlah titik terdampak.
332 Rumah Terdampak di Tiga Kecamatan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Wahyuddin, menyebut total 332 rumah mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Bontomarannu, Pallangga, dan Bajeng.
Rinciannya, 140 rumah di Bontomarannu terdampak, 75 rumah di Pallangga, dan 117 rumah di Bajeng. Kerusakan yang tercatat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, sehingga sebagian warga masih belum bisa beraktivitas normal di rumah masing-masing.
BPBD dan Relawan Bergerak Lakukan Pendataan
Meski kerusakan cukup luas, kabar baiknya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah angin mereda, tim BPBD bersama para relawan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Langkah awal yang dilakukan petugas difokuskan pada pendataan kerusakan dan pemetaan kebutuhan paling mendesak, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Bantuan logistik juga mulai disalurkan kepada masyarakat di tiga kecamatan tersebut.
Warga Masih Trauma, Waspada Cuaca Ekstrem Ditekankan
Seorang warga Bontomarannu, Rahma (42), mengaku masih trauma setelah rumahnya diterjang angin kencang. Ia menuturkan, atap rumahnya beterbangan saat puting beliung melintas, membuat dirinya dan keluarga panik mencari perlindungan.
Wahyuddin menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa berlangsung cepat dan memicu bencana hidrometeorologi seperti puting beliung, longsor, dan banjir. Ia mengingatkan warga untuk memperhatikan peringatan dini serta segera menuju tempat aman saat angin kencang mulai terasa.
Di tengah proses pemulihan, petugas masih terus bekerja mendata dampak kerusakan di lapangan sambil memastikan bantuan menjangkau warga yang paling terdampak di Bontomarannu, Pallangga, dan Bajeng.





