Analisis Kelayakan Usulan Muhadjir Mengenai Beras Jagung sebagai Opsi Menu Gratis

by -68 Views

Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Haryo Soekartono, mengkritik usulan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, tentang menjadikan beras jagung sebagai opsi dalam program makan gratis. Menurut Bambang Haryo Soekartono, produksi jagung di Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan nasional, terutama untuk konsumsi masyarakat dan ternak. Diketahui bahwa kebutuhan jagung nasional sekitar 15.7 juta ton per tahun, sementara hasil produksi saat ini hanya mencapai 13.79 juta ton, sehingga Indonesia masih harus impor sekitar 1.2 juta ton jagung setiap tahun.

BHS juga menyoroti fakta bahwa harga jagung di Indonesia merupakan yang termahal di dunia, mencapai Rp. 5000 – Rp. 8.000 per kilogram, sementara harga internasionalnya jauh lebih rendah. Pembahasan lebih lanjut disampaikan oleh Bambang Haryo Soekartono, terutama terkait dengan pengaruh harga jagung terhadap harga ayam dan telur, serta relevansi diversifikasi pangan dari beras putih ke beras jagung dalam program makan gratis. Dia menegaskan bahwa penurunan harga jagung dapat mendorong penurunan harga pangan lainnya, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah, menurut Bambang Haryo Soekartono, harus memperhatikan baik persiapan tambahan produksi jagung di dalam negeri maupun upaya menekan harga jagung agar lebih kompetitif dengan harga internasional. Program makan gratis harus dilakukan dengan memperhitungkan minat masyarakat terutama anak-anak dalam mengonsumsi makanan yang ditawarkan. Selain itu, hal-hal praktis seperti masalah pemrosesan dan daya simpan beras jagung juga harus dipertimbangkan dalam kebijakan diversifikasi pangan.

Source link