Seorang terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang berstatus sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), telah menjalani operasi dan saat ini dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pelaku mengalami luka di bagian kepala dan perlu operasi untuk memulihkan cederanya.
Meskipun telah sadar, terduga pelaku masih memerlukan perawatan medis secara bertahap karena luka yang dideritanya cukup berat. Saat ini, terduga pelaku masih berada di ruang ICU yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian untuk memastikan keselamatannya.
Proses pemulihan terhadap pelaku harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk perhatian terhadap aspek psikologisnya, mengingat usianya yang masih anak-anak. Penyidik dan pihak rumah sakit bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak untuk memastikan penanganannya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Meskipun terlibat dalam kasus ledakan, penyelidikan terhadap motif di balik peristiwa tersebut masih terus dilakukan oleh Densus 88 dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Budi menegaskan bahwa publik diminta untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat 7 November mengakibatkan berbagai cedera pada korban, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan. Pelaku diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut, yang diduga melakukan aksi tersebut akibat dari perundungan yang dialaminya. Setelah pemeriksaan menemukan bahwa senjata yang ditemukan di lokasi adalah mainan.





