Di Bandung, sebuah ruang kolaborasi kreatif baru telah diperkenalkan dengan peluncuran dotHub Space yang terjadi bersamaan dengan perayaan 15 tahun Dia.Lo.Gue Artspace. Dalam acara tersebut, diadakan pameran seni “Ngariung” yang menampilkan karya dari 69 seniman dan desainer sebagai upaya untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal. Makna “Ngariung” sendiri dalam bahasa Sunda adalah “berkumpul”, menekankan kejujuran dan ruang perjumpaan bagi beragam praktik, suara, dan disiplin seni.
Kolaborasi Lintas Disiplin dan Generasi terwujud dalam dotHub Space, hasil kerja sama antara Hermawan Tanzil, pendiri LeBoYe Design & Dia.Lo.Gue Artspace, dan Tan Tik Lam, pendiri Tan Tik Lam Architect. Hermawan menjelaskan bahwa dotHub Space hadir sebagai wadah pembelajaran yang lebih luas, memungkinkan masyarakat untuk mendekati seni, desain, dan budaya secara lebih intens. Harapan hadirnya dotHub Space di Bandung Timur adalah untuk merangsang pertumbuhan jejaring kreatif yang lebih inklusif, di mana aktivitas seni dan desain selama ini lebih terpusat di Bandung Utara dan Tengah.
Pameran “Ngariung” juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Adi Reza Nugroho dari MYCL menyatakan bahwa mereka membuka ruang bagi desainer dan seniman untuk bereksperimen dengan material yang berkelanjutan. Sementara Rahmat Indrani dari Smiljan menambahkan bahwa dengan fondasi yang semakin kokoh, mereka siap untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif, adaptif, dan progresif guna mendorong ekosistem kreatif yang berkembang.
Pameran “Ngariung” akan berlangsung dari 29 November 2025 hingga 28 Februari 2026 di dotHub Space, Bandung. Dengan melibatkan 69 seniman dan desainer dari berbagai kota termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan bahkan Jepang, pameran ini diharapkan dapat meningkatkan posisi Bandung sebagai pusat kreativitas yang inklusif dan transformatif. Menjadi momentum baru bagi Bandung untuk memperkokoh posisinya sebagai pusat kreativitas yang inklusif dan transformatif.





