Strategi Kontrol Inflasi saat HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

by -94 Views

Dalam rangka memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi risiko kenaikan harga pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menyelenggarakan High-Level Meeting (HLM) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi Menjelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru, Serta Penguatan Program ETPD Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Selatan”. Pertemuan ini berlangsung pada 3 Desember 2025 di Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. HLM dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Para Bupati/Walikota se-Sulawesi Selatan.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, membahas perkembangan inflasi di Sulawesi Selatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Sulsel mencatat deflasi bulanan sebesar 0,07% pada bulan November 2025. Hingga November 2025, laju inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,34%. Selain itu, Rizki juga menyampaikan bahwa beberapa komoditas, seperti cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, beras, dan telur ayam ras, perlu mendapat perhatian karena harganya cenderung meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru.

Pada sisi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Provinsi Sulawesi Selatan berhasil meraih predikat juara Championship TP2DD Wilayah Sulawesi selama empat tahun berturut-turut. Meskipun demikian, digitalisasi di Sulawesi Selatan masih menghadapi beberapa tantangan, terutama di tingkat kabupaten/kota. Wakil Gubernur memberikan arahan untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi transaksi Pemda dengan langkah-langkah konkret seperti menyusun roadmap ETPD, mendorong ASN menjadi duta digital, dan meningkatkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan mobile banking.

Dengan sinergi antara TPID dan TP2DD, diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berkelanjutan.

Source link