Forum Kota Sehat Makassar kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) ke-4 dengan fokus utama pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kota Sehat. Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari akademisi dan lembaga internasional, yaitu Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes, Dekan FKM Unhas dan Tim Ahli, serta Badwi M. Amin, Health Specialist UNICEF Makassar. Dalam paparannya, Prof. Sukri menyoroti potensi Kota Makassar untuk terus maju sebagai kota dengan tata kelola kesehatan yang solid. Penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang diterima Kota Makassar dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri menjadi bukti kemajuan tersebut.
Prof. Sukri menekankan pentingnya perkuat indikator seperti UDF, stunting, dan penyakit DBD, serta optimalkan penilaian Kota Sehat yang dilakukan setiap dua tahun. Motivasi dari penghargaan Kota Sehat diharapkan dapat mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam menangani masalah lingkungan dan sosial. Ranperda tentang Kota Sehat yang tengah disusun diharapkan dapat membantu menata peran pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan tersebut.
Badwi M. Amin dari UNICEF Makassar juga memberikan pandangan positif terhadap langkah penyusunan Ranperda Kota Sehat. Ia menyoroti pentingnya melibatkan semua stakeholder dalam upaya mewujudkan Kota Sehat yang sesungguhnya. Kontribusi UNICEF dalam memastikan pemenuhan hak anak untuk hidup sehat juga disoroti sebagai bagian dari upaya bersinergi dalam mencapai tujuan Kota Sehat yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Diharapkan FGD ke-4 ini dapat menjadi dasar yang kokoh untuk memperkuat arah kebijakan Kota Makassar menuju kota sehat yang inklusif dan berkelanjutan.





