Revolusi Seni Rupa Jogja Melalui Warna dan Pelukis Otodidak

by -103 Views

Pameran seni yang bertajuk The Language of Colour di Kota Yogyakarta menunjukkan sinyal positif regenerasi seniman yang dinamis. Komunitas Patsijiwata menjadi tuan rumah bagi pameran ini, yang tidak hanya menghadirkan karya seni tetapi juga memberikan ruang bagi para perupa otodidak untuk diakui. Acara resmi dibuka di Omah Budoyo Yogyakarta dan akan berlangsung hingga 12 Januari 2026. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut memberikan apresiasi atas keberanian para seniman yang mengekspresikan ide-ide melalui warna dan goresan kanvas.

Enam pelukis dengan karya yang berbeda, seperti Astuti Kusumo, Dwipo Hadi, Febritayustiani, Indira Bunyamin, Retno Aris, dan Yulita, menjadi sorotan dalam pameran ini. Keberagaman karakter visual dari setiap karya menjadi kekuatan utama yang diharapkan untuk terus diperluas. Wawan berpendapat bahwa ruang-ruang semacam ini harus terus diperluas agar seniman muda dan otodidak merasa percaya diri dalam menampilkan karya mereka. Kurator, Dwipo Hadi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pameran ini dan menyoroti proses kurasi yang menciptakan dialog visual yang menarik.

Semangat seniman Jogja terus didorong untuk memperbanyak agenda pameran di ruang seni yang berbeda. Atmosfer seni rupa di Kota Yogyakarta diharapkan semakin hidup dan meriah dengan adanya lebih banyak ruang ekspresi. Pameran The Language of Colour tidak hanya bertindak sebagai platform untuk menghormati keberanian dan kreativitas para seniman otodidak, tetapi juga menjadi cermin akan masa depan seni rupa yang inklusif dan penuh harapan di Jogja.

Source link