Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, baru saja membuka Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros di Gedung Serbaguna Pemkab Maros. Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) Maros, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros. Ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai kecamatan turut serta dalam ajang ini.
Setelah melalui seleksi ketat, tiga pasang putra-putri terbaik diumumkan sebagai pemenang. Juara pertama diraih oleh Muhammad Saipul Amry dari Universitas Negeri Makassar dan Friyang Yurdina Haris dari SMKN 1 Maros. Sementara itu, juara kedua dan ketiga juga berhasil mempertahankan prestasi mereka dalam kompetisi ini.
Muhammad Bakri, Ketua Granat Maros, menyampaikan kebanggaannya karena Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang rutin menggelar acara pemilihan duta anti narkoba setiap tahun. Antusiasme generasi muda dalam upaya pencegahan narkoba juga menjadi sorotan Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, yang menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam menjaga remaja dari bahaya narkoba.
Muetazim berharap para Duta Anti Narkoba yang terpilih tidak hanya berperan dalam grand final, tetapi juga melalui program edukasi dan kampanye yang dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Semangat juang para duta ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Maros.





