Santri SMA IT RBM Plus Kota Makassar menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Dalam Uji Publik Ujian PU3K, mereka memamerkan sejumlah karya yang lahir dari pembinaan dan praktik langsung, mulai dari bedak lorong, gelang manik-manik kostum, hingga teh bidara kesehatan. Gelaran ini menjadi ruang bagi para santri untuk membuktikan bahwa kreativitas bisa tumbuh seiring dengan pembentukan karakter.
Evaluasi Semester Lewat Karya Nyata
Kepala SMA IT RBM Plus Kota Makassar, Muh. Ardy Ali, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi semester bagi para santri. Bagi sekolah, uji publik semacam ini bukan sekadar ajang unjuk hasil, melainkan cara melihat sejauh mana peserta didik mampu mengolah gagasan menjadi produk yang punya potensi manfaat.
Melalui penerapan prinsip 8B, yakni Beriman, Bertaqwa, Berakhlak, Berilmu, Berkarakter Bermoral, Berilmu, Berprestasi, sekolah berharap karya yang ditampilkan bisa menarik perhatian orang tua siswa sekaligus memberi gambaran nyata tentang hasil pembinaan di lingkungan SMA IT RBM Plus Makassar.
Dibuka Pembina SIT RBM Makassar
Acara tersebut dibuka oleh Pembina SIT RBM Makassar, La Ode Zainuddin, yang hadir mewakili Ketua Yayasan SIT RBM, Makmur Ante Pasau. Sejumlah perwakilan dari SD, SMP, dan SMA IT RBM Plus Makassar juga tampak mengikuti kegiatan ini, menandakan dukungan lintas jenjang terhadap program unggulan sekolah.
Latihan Mandiri dan Jiwa Wirausaha
Lewat ujian program unggulan ini, sekolah mendorong agar karya para santri tidak berhenti sebagai tugas akhir semata. Produk yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai ekonomis, sekaligus melatih siswa agar terbiasa berpikir kreatif, berani mencoba, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Di titik inilah pendidikan di RBM diarahkan bukan hanya untuk mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang mandiri dan siap menghadapi kebutuhan nyata di masyarakat.





