Pihak Kepolisian telah mengungkapkan bahwa 10 sekolah di Depok, Jawa Barat, yang menerima ancaman bom pada Selasa dipilih secara acak oleh tersangka H (23). Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Oka, menyatakan bahwa tersangka menggunakan metode random dalam memilih sekolah tersebut, mirip dengan teknologi AI dan Chat GPT. Alasan di balik teror yang dikirimkan ke-10 sekolah tersebut adalah untuk mencari perhatian, karena tersangka merupakan alumni salah satu sekolah yang menjadi target. Meskipun ancaman bom di sejumlah sekolah di Depok memang benar adanya, namun tidak ada bukti konkret. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyisiran di sekolah-sekolah yang menerima ancaman tersebut, antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.Ini adalah tindakan melanggar hak cipta dan dilarang keras mengambil konten ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
10 Sekolah Teror Bom di Depok: Peringatan Penting untuk Masyarakat





