Pemilihan Ketua RT dan RW di Kota Makassar kali ini memiliki catatan menarik dengan dominasi kaum perempuan, terutama di Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar. Kesembilan perempuan yang terpilih sebagai pengurus RW di wilayah tersebut menunjukkan bangkitnya peran perempuan dalam kepemimpinan lingkungan dan menepis stigma bahwa perempuan lemah dalam pelayanan dan pengambilan keputusan di tingkat akar rumput. Ketua RW 04 Kelurahan Barana, Sitti Annisa, merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan warga dan melihat hal ini sebagai kesempatan bagi perempuan untuk membuktikan kapasitas dan dedikasi mereka.
Annisa sudah menyiapkan program prioritas untuk dilaksanakan seperti membersihkan lingkungan di masing-masing RT, memperbaiki wilayah seperti pengerukan drainase dan pengelolaan sampah, serta memperbarui data warga yang belum menerima bantuan sosial. Pemberdayaan sosial juga menjadi fokus utama dengan pengawasan atas aktivitas anak-anak dan remaja menjadi prioritas menjelang pergantian tahun. Lurah Barana, Herman SAT, mendukung dominasi perempuan dalam struktur RT dan RW di wilayahnya karena melihat kepekaan sosial dan peran besar perempuan dalam pemberdayaan masyarakat.
Diharapkan kepemimpinan para srikandi di Kelurahan Barana dapat membawa perubahan nyata dan program-program yang berkelanjutan. Terpilihnya sembilan perempuan sebagai Ketua RW di Kelurahan Barana menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya simbol kesetaraan, tetapi juga kekuatan nyata dalam membangun lingkungan yang lebih tertib, peduli, dan berdaya.





