Ketika Cinta Dihitung: Memahami Materialists Perempuan

by -62 Views

Sutradara Celine Song kembali dengan karya terbarunya, Materialists, setelah kesuksesan Past Lives. Film ini dirilis di Netflix pada Desember 2025 setelah tayang di bioskop sejak Agustus tahun yang sama. Materialists mengangkat tema relasi romantis di tengah kota modern dengan sudut pandang kritis, menyoroti cinta, status sosial, dan nilai diri perempuan dalam lanskap kapitalisme urban.

Dalam film ini, Lucy, diperankan oleh Dakota Johnson, adalah seorang mak comblang profesional di New York. Ia terbiasa meramu kecocokan cinta melalui data, namun mendapati dirinya terjebak dalam dilema personal saat harus memilih pasangan hidup. Lucy berada di antara dua pria dengan dunia yang bertolak belakang, Harry (Pedro Pascal) dan John (Chris Evans), yang masing-masing menawarkan konsep cinta yang berbeda.

Materialists menjadi lanskap konflik antara cinta yang aman secara material dan cinta yang tulus secara emosional. Dibandingkan dengan karya sebelumnya, Materialists tampil lebih sinis dan konfrontatif, membongkar ilusi romantisme dalam hubungan asmara. Film ini memberikan pandangan tajam mengenai relasi personal dalam tekanan sosial kota New York yang dingin dan kompetitif.

Dari sudut pandang feminis, Materialists menjadi kritik terhadap standar ganda yang diterapkan pada perempuan. Lucy, sebagai tokoh utama, menunjukkan bahwa perempuan yang realistis terhadap hidupnya sering kali dihakimi sebagai materialistis. Dengan akting yang kuat dari para pemainnya, Materialists menampilkan dinamika kompleks dalam konflik yang dihadapi Lucy.

Film ini menolak akhir bahagia yang sederhana, melainkan menampilkan pilihan Lucy sebagai keputusan sadar seorang perempuan dewasa. Sebagai tontonan akhir tahun, Materialists mengajak penonton untuk merenungkan ulang makna cinta di era modern, di mana perasaan, logika, dan struktur sosial saling berbenturan. Dengan visi penyutradaraan khas Celine Song dan perspektif perempuan yang kuat, Materialists layak ditonton untuk mempertanyakan kembali arti cinta, nilai diri, dan kebebasan memilih.

Source link