Instruksi Siaga 24 Jam Wali Kota Makassar Menghadapi Cuaca Ekstrem
Hujan deras yang terus mengguyur Kota Makassar membuat pemerintah kota mengambil langkah cepat. Di tengah kondisi cuaca yang makin tidak menentu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh jajaran pemerintahan bergerak tanpa jeda untuk mengantisipasi dampak yang bisa muncul dari curah hujan tinggi dan angin kencang.
Seluruh Jajaran Diminta Tetap Siaga
Munafri memberikan instruksi kepada kepala SKPD, camat, lurah, hingga RT/RW agar berada dalam kondisi siaga 24 jam. Mereka diminta aktif memantau wilayah masing-masing, bukan hanya menunggu laporan masuk, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan di lapangan. Menurutnya, kesiapan aparatur menjadi garis pertama dalam mencegah bencana berkembang lebih jauh.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak ingin terlambat merespons saat hujan ekstrem memicu genangan, pohon tumbang, atau gangguan lain yang berisiko bagi warga. Dalam situasi seperti ini, kecepatan informasi dan tindakan di tingkat bawah menjadi sangat penting.
Fokus pada Keselamatan Warga
Munafri menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda. Karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah warga, terutama saat kondisi cuaca berpotensi membahayakan. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, harus hadir cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Ia juga mengingatkan bahwa musim hujan dan angin kencang menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat beraktivitas di area rawan, seperti lokasi dengan banyak pohon besar yang berisiko tumbang. Selain itu, warga diminta waspada terhadap potensi bahaya arus listrik yang dapat muncul saat cuaca ekstrem melanda.
BPBD dan Wilayah Kepulauan Jadi Perhatian
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar juga disebut memegang peran penting dalam pemantauan risiko, khususnya di wilayah kepulauan. Area ini dinilai membutuhkan perhatian lebih karena kondisi cuaca buruk dapat berdampak langsung pada mobilitas dan keselamatan warga.
Melalui langkah siaga yang diperkuat hingga level RT/RW, Munafri berharap koordinasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan lebih cepat dan lebih rapi. Dengan pola pengawasan seperti ini, Pemkot Makassar menargetkan dampak cuaca ekstrem bisa ditekan sejak awal, sebelum berubah menjadi persoalan yang lebih besar.





