Setelah menunggu selama 17 tahun tanpa merilis album solo secara utuh, Dee Lestari kini kembali ke dunia musik dengan meluncurkan single terbaru berjudul “(Jangan) Jatuh Cinta”. Lagu ini menjadi pembuka dari album solo ketiganya yang menyoroti konflik yang abadi antara nalar dan perasaan.
Dalam rilis resmi yang diterima di Jakarta, lagu tersebut digarap bersama musisi Rendy Pandugo sebagai arranger, serta Teddy Adhitya sebagai vocal director. Aransemen musiknya terasa hangat dan intim, diperkaya dengan lapisan gitar serta harmoni vokal yang mengalir dengan lembut dan penuh emosi.
Single ini menandai awal kembalinya Dee sebagai singer-songwriter setelah fokus lama pada dunia kepenulisan. Harapannya adalah karya baru ini dapat menjadi penyegar bagi pendengar yang sudah lama merindukan karya musik terbarunya.
“(Jangan) Jatuh Cinta” sudah dirilis di berbagai platform streaming digital. Dee juga berencana merilis single lain sebagai bagian dari menuju album penuhnya yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025.
Perjalanan kembali ke dunia musik ini bermula dari pengalaman pribadi yang mendalam. Pada tahun 2024, Dee kehilangan ayahandanya, peristiwa yang meninggalkan duka yang panjang. Pada saat proses pemulihan emosional, ia mulai bernyanyi secara sederhana di rumah dengan bantuan laptop dan speaker.
Tanpa disadari, aktivitas tersebut berhasil menghidupkan kembali perasaan yang sempat meredup. Bernyanyi menjadi media penyembuhan, dilakukan hampir setiap malam selama berminggu-minggu, hingga akhirnya Dee kembali jatuh cinta pada dunia tarik suara.
Dari proses tersebut, tekad Dee menguat untuk kembali berkarya sebagai musisi. Album solo ketiganya lahir sebagai representasi dari fase baru perjalanan kreatif Dee Lestari, yang memadukan kedewasaan emosi, pengalaman hidup, dan kejujuran musikal.





