Suasana Studio 1 CGV BG Junction Surabaya mendadak riuh saat Penerbangan Terakhir selesai diputar. Bukan sekadar tepuk tangan yang muncul, melainkan juga teriakan emosional dan celetukan penonton yang langsung mengarah ke Jerome Kurnia. Alih-alih canggung, Jerome menanggapinya dengan senyum, seolah menikmati respons spontan dari penonton yang terbawa suasana film.
Jerome Kurnia dan tantangan memerankan Kapten Deva
Dalam pemutaran tersebut, Jerome hadir sebagai pemeran Kapten Deva. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan memerankan pilot merupakan pengalaman yang jarang didapat aktor di Indonesia. Baginya, karakter itu bukan hanya berbeda dari peran-peran sebelumnya, tetapi juga menjadi tantangan baru karena menuntut pendekatan yang lebih spesifik dalam membangun sosok seorang kapten pesawat.
Film yang disutradarai Benni Setiawan ini membuat Jerome harus masuk ke dunia aviasi dengan dinamika yang tidak sederhana. Peran Kapten Deva menjadi pusat perhatian dalam cerita yang dibangun dengan konflik emosional dan relasi yang rumit antar tokohnya.
Aghniny Haque dan Nadya Arina dapat banyak pelajaran
Tak hanya Jerome, Aghniny Haque juga membagikan pengalamannya saat memerankan Nadia. Ia menyebut proses bekerja bersama Benni Setiawan memberinya banyak pelajaran berharga. Menurut Aghniny, karakter Nadia menuntut energi akting yang berbeda karena ia harus memerankan sosok manipulatif dalam hubungan yang toksik.
Sementara itu, Nadya Arina juga mengaku mendapat banyak pengalaman dari film ini, terutama yang berkaitan dengan dunia aviasi. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah tersendiri dalam proses kreatifnya, mengingat latar cerita Penerbangan Terakhir tidak lepas dari situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari namun dibalut konflik yang intens.
Skandal, aviasi, dan konflik yang memancing reaksi penonton
Penerbangan Terakhir mengangkat kegilaan dan skandal panas di dunia penerbangan, dengan fokus pada hubungan antara pilot dan pramugari. Kisah Kapten Deva, Tiara, dan Nadia disusun untuk menghadirkan nuansa yang kompleks, membingungkan, sekaligus memancing rasa penasaran penonton sepanjang film berlangsung.
Diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu TM, serta disutradarai Benni Setiawan, film ini menjadi persembahan pertama VMS Studio untuk tahun 2026. Dengan cerita yang terinspirasi dari kejadian di sekitar masyarakat, Penerbangan Terakhir tampil sebagai tontonan yang tidak hanya mengandalkan drama, tetapi juga konflik yang dekat dengan realitas dan cukup kuat untuk memicu reaksi emosional dari penonton di bioskop.

